Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

22 February 2011

PKS Mukernas di Yogya Perluas Dakwah

Posted on 17 February 2011 by @mukernasPKS

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Partai Keadilan Sejahtera melaksanakan Musyawarah Kerja Nasional pada 24-26 Februari 2011 di Yogyakarta. Mukernas rencananya dilanjutkan oleh pertemuan Majelis Syuro. Wakil Sekjen PKS Mahfudz Siddiq mengakui ada beberapa alasan Yogyakarta dipilih menjadi lokasi Mukernas.“Tempatnya memang di Yogyakarta karena memang terkait dengan pengembangan dakwah,” kata Mafudz, Kamis (17/2). Dia mengatakan, PKS dalam menghadapi pemilu 2014 ingin memperkokoh basis dukungan di Pulau Jawa.

Yogyakarta dipilih sebagai lokasi Mukernas karena dianggap tepat untuk lokasi mengembangkan dakwah. Seperti diketahui, PKS memang kerap memilih lokasi Mukernas di luar Jakarta. Contohnya, pada 2008 lalu Mukernas PKS digelar di Denpasar, Bali. Hal itu juga terkait pengembangan dakwah.

Mahfudz menegaskan, pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi Mukernas pada 2011 ini juga terkait dengan isu politik yang berkaitan dengan Yogyakarta, yakni Keistimewaan Yogyakarta. “Yogyakarta kita pilih sebagai tempat Mukernas sekaligus menegakkan prinsip PKS dalam RUU Keistimewaan Yogyakarta yang mendukung opsi penetapan,” katanya.

Mahfudz mengakui, fungsionaris PKS sudah melakukan pertemuan dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X sebelum pelaksanaan Mukernas. “Sikap PKS dalam RUU Keistimewaan Yogyakarta ini sudah disampaikan dalam silaturahmi-silaturahmi dengan Sultan,” ujarnya.

Mengenai pertemuan PKS dengan Sultan, Mahfudz mengatakan, pertemuan sebelum Mukernas ini bukan yang pertama kali. “Kalau yang jelas secara informal dengan Sultan bukan hanya kali ini, banyak yang tidak diekspos media,” katanya. Dia mencontohkan, DPW PKS Yogyakarta cukup intens bertemu Sultan.

Ketika ditanya soal fokus pembahasan Mukernas, dia menjawab, fokus mukernas nanti akan mambahas penuntasan konsolidasi organisasi dengan pengesahan program kerja. “Sikap politik, kesiapan PKS di 2014,” katanya.

Apakah PKS mendekati Sultan terkait capres 2014? “Yang jelas saya perkirakan nanti muncul keinginan kuat dari peserta agar 2014 nanti PKS bisa mengajukan capres sendiri. Untuk figur calon relatif kita terbuka, tidak bisa dibatasi kader partai sepanjang sudah ada kesamaan pikiran.

Sumber: Republika.Co.Id

14 December 2010

PKS Mulai Cari Calon Presiden Baru

Wah! PKS Mulai Cari Calon Presiden Baru

Selasa, 14 Desember 2010, 14:00 WIB
Nunu/Republika

Wah! PKS Mulai Cari Calon Presiden Baru
Massa PKS saat kampanye, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaq mengatakan, PKS mulai melakukan penjaringan terhadap kader-kadernya untuk layak diusung menjadi calon presiden mulai tahun 2011.

"Tahun 2010 adalah tahun ajang konsolidasi internal bagi PKS. Untuk tahun 2011, PKS akan melakukan konsolidasi kepada kader-kader PKS, termasuk mencari orang-orang atau kader yang akan diusung menjadi calon presiden," kata Lutfi, Selasa (14/12).

Ia beralasan, konsolidasi untuk mencari kader terbaik untuk diusung oleh PKS sebagai calon presiden didasarkan hasil "try out" yang dilakukan selama tahun 2010.

"Apa yang kita lakukan di tahun 2010 sudah bisa dijadikan sebagai pedoman untuk menjaring kader-kader terbaik PKS," kata Lutfi.

Ia menambahkan, "try out" yang dilakukan partai-partai masih dalam "rule of game" dan masih bisa dimengerti oleh partai lain yang dijadikan objek dari uji coba itu. "Siapapun (parpol) yang dijadikan objek sebuah konsep, cepat atau lambat akan tahu," katanya.

Bagi PKS sendiri, perlu dilakukan uji coba terhadap konsep yang dimilikinya kepada partai lain. Begitu juga sebaliknya. "Boleh juga PKS lakukan try out pada parpol lain. Selama ini 'try out' terhadap PKS bukan suatu yang serius. Tapi kalau hal itu serius, kita akan respon," katanya.

17 November 2010

PKS Bogor Kirim Relawan ke Merapi

Minggu, 14 November 2010 01:50:00

CIBINONG (KRjogja.com) - Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kembali mengirimkan relawannya ke kawasan sekitar Gunung Merapi, Yogyakarta dan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Selain mengirim relawan, PKS Bogor pihaknya juga menggalang dana bantuan yang dihimpun dari kader PKS se-Kabupaten Bogor.

"Hingga saat ini sudah 30 orang relawan PKS Kabupaten Bogor yang dikirimkan secara bertahap kedua lokasi bencana tersebut," kata Ketua DPD PKS Kabupaten Bogor KH Ajid Muslim di Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (13/11).

“Hingga saat ini dana yang terhimpun sudah mencapai Rp150 juta," kata KH Ajid Muslim, yang baru saja terpilih menjadi Ketua Umum DPD PKS Kabupaten Bogor masa bakti 2010-2015.

Menurut Ajid, sesuai instruksi Presiden PKS, setiap kader PKS diwajibkan menyisihkan minimal Rp10.000 untuk sumbangan korban bencana Merapi, Mentawai dan Wasior. Untuk tahap awal, kata dia, sudah terkumpul sekitar Rp150 juta dari kader PKS Bogor, dan dari simpatisan diharapkan bisa ikut menyumbang.

Ia menargetkan bisa terkumpul sedikitnya Rp300 juta dari kader PKS Kabupaten Bogor untuk kemudian disumbangkan ke korban bencana di Merapi, Mentawai, dan Wasior. Selain penggalangan dana, mengirim relawan, Ajid juga mengimbau umat Islam di Kabupaten Bogor untuk melakukan doa dan munajat untuk bangsa Indonesia.

"Musibah yang bertubi-tubi menimpa bangsa ini harus disikapi dengan sabar dan tawakal. Segala macam bentuk bantuan bagi korban baik dana maupun doa sangat penting. Doa juga dipanjatkan agar bangsa ini terhindar dari musibah yang lebih besar," katanya. (Ant/Van)

14 November 2010

PKS` humanitarian funds and helpers for disaster victims

Sunday, November 14, 2010 14:00 WIB | National | | Viewed 688 time(s)
Cibinong, West Java (ANTARA News) - The Prosperous Justice Party (PKS)-Bogor chapter, has deployed 30 humanitarian workers to the disaster zones of Mount Merapi`s eruptions and Mentawai tsunami.

"We have so far deployed thirty humanitarian workers. They are gradually sent to the two natural disaster zones," Head of PKS-Bogor district chapter, KH.Ajid Muslim said here Saturday.

Besides deploying the voluntary rescue workers, he said his people also raised funds among the party`s cadres residing in Bogor district.

"We have so far been able to collect Rp150 million from these internal fund raising activities. Every cadre must donate at least Rp10,000."

"The money will be used to help the victims of Mount Merapi, Mentawai and Wasior disasters," he said adding that the total funds donated by the PKS cadres were expected to reach Rp300 million.

PKS-Bogor district chapter`s secretary, Muarif, said community members in general were also urged to support the public donation for those in need in the three natural disaster zones.

"It is time for all of us to show our concrete acts of solidarity and social sympathy to those in need," he said.

Indonesia had been hit by a series of deadly natural disasters in October.

On October 3 and 4, flash floods crushed Wasior town in West Papua Province, killing at least 150 people, and causing a few hundreds of others to go missing.

The flooding has not only caused lots of families to lose their loved ones but also caused injury to 853 people and forced 4,625 others move to safer places.

Then on October 25, a strong earthquake with the magnitude of 7.2 in the Richter Scale rocked Pagai Selatan subdistrict, Mentawai district, triggering the coming of deadly giant waves.

The tsunami killed a few hundreds of people and caused tens of others to go missing.
On October 26 and on November 5 Mount Merapi, one of the world`s most active volcanoes, erupted, spewing hot clouds and ashes up and down the slopes of hundreds of villages.

Besides killing and injuring several hundreds of people, eruptions had also damaged 867 hectares of forested land on the volcano`s slopes in Sleman District, Yogyakarta, with losses estimated at Rp33 billion.

The damaged forested areas included the Merapi National Park, community forests and local people`s plantations.
(Uu.R013/A014/P003)

16 April 2010

Sa'aduddin, Kesederhanaan Seorang Bupati



Jakarta - Sederhana. Itulah prinsip utama Sa'aduddin. Orang nomor satu di Kabupaten Bekasi ini ke mana-mana kerap tampil seadanya. Kedua kakinya sangat jarang berbalut sepatu kulit mengkilat. Ditambah lagi, sikap cueknya terhadap aturan protokoler yang serba formil.

Banyak peristiwa unik dari sikap santai serta jauh dari protokoler yang dilakoni Sa'aduddin. Salah satunya ketika melakukan kunjungan kerja ke salah satu kecamatan. Dia diam-diam duduk di sebuah warung kopi tak jauh dari lokasi acara tujuannya. Dia tersenyum geli saat mendengar obrolan beberapa pengunjung warung kopi itu.

"Mereka bertanya-tanya, kok bupatinya nggak datang-datang ya," ungkap Sa'aduddin saat berbicara dengan detikcom, Kamis (15/4/2010).

Bapak dari 8 anak ini mengaku dirinya tidak anti protokoler yang serba resmi. Dia hanya ingin tidak terlalu formil saat bertemu warganya. Sebab dengan demikian, dia bisa mendengar dan melihat lebih dekat kondisi warganya.

"Kalau kita jauh, warga tentunya ya juga jauh. Ukuran sukses juga tidak dinilai dari harta atau jabatan, tapi bagaimana saya bisa siap melayani dan memberikan yang terbaik bagi warga masyarakat sepanjang jabatan saya ini," ujar Sa'aduddin.

Sejak memimpin Kabupaten Bekasi, penyandang gelar doktor ini telah melakukan berbagai terobosan. Untuk urusan pendidikan, dia menggratiskan biaya pendidikan mulai tingkat SD hingga SMP. Tunjangan bagi kesejahteraan para guru pun tak luput diberikan.
Layanan kesehatan masyarakat pun menjadi perhatiannya. Termasuk di antaranya mengupayakan peningkatan pelayanan rumah sakit di Kabupaten Bekasi dengan meningkatkan kelas plus ketersediaan peralatan.

Demikian pula dengan sektor ekonomi. Sa'adudin tengah gencar melakukan optimalisasi sumber penerimaan serta merevisi beberapa regulasi terkait retribusi daerah. Dia juga menggiring pihak swasta agar terlibat dalam proses pembangunan.

"Keterlibatan pihak swasta dalam pembangunan sangat strategis. Terlebih jumlah pengangguran terbuka di Kabupaten Bekasi mencapai lebih dari 143 ribu orang," tutur Sa'aduddin.

Diakui Sa'aduddin, menarik minat swasta untuk melakukan investasi di wilayahnya bukan perkara sepele. Sebab, para investor butuh kepastian hukum dan iklim yang kondusif. Terutama masalah birokrasi dan perizinan usaha yang berbelit-belit. Untuk itulah, Pemkab Bekasi berniat menerapkan pelayanan perizinan satu atap.

"Ke depan, layanan perizinan ini akan kita tingkatkan statusnya menjadi sebuah badan," terang Sa’duddin.

Di akhir cerita, Sa'aduddin mengaku mempunyai 3 doa utama yang selalu dilafalkan setiap hari. Pertama, dirinya selalu berdoa agar bisa menjalani hidup dengan ikhlas. Kedua, dia berdoa agar dirinya selalu istiqomah.

"Yang terakhir adalah bagaimana saya ini nanti dapat meninggal dalam kondisi beriman dan khusnul khotimah," ungkapnya.

(djo/nrl)

Sumber: Detiknews.com

05 March 2010

Tifatul: Pidato SBY Itu Hujatun Qod Yatun

Mantan Presiden PKS ini menegaskan, Presiden tidak ragu-ragu menindak siapa saja yang bersalah, dan juga membersihkan nama-nama orang yang benar.

INILAH.COM, Jakarta - Untuk pantun atau ungkapan yang menggelitik, Tifatul Sembiring jagonya. Menkominfo ini melontarkan pernyataan dengan bahasa Arab, untuk menggambarkan pidato Presiden SBY soal kasus Bank Century.

"Saya rasa ini suatu jawaban yang tuntas. Kalau orang Arab bilang hujatun qod yatun. hujah (pendapat) yang tuntas tentang seluruh permasalahan dan sangat komprehensif beliau jawab," ujar Tifatul usai mengikuti pidato Presiden SBY di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/3).

Mantan Presiden PKS ini menegaskan, Presiden tidak ragu-ragu menindak siapa saja yang bersalah, dan juga membersihkan nama-nama orang yang benar. "Itulah keadilan melakukan punishment pada orang bersalah dan memberikan reward pada orang tidak bersalah dan berprestasi," imbuhnya.

Seperti diketahui, Presiden sudah menyikapi hasil paripurna terkait kasus Bank Century. Presiden pun menegaskan bakal menargetkan mereka yang selama ini berlindung dibalik jubah Bank Century guna dimanfaatkan demi kepentingan pribadi.

Presiden SBY menegaskan pemerintahan yang dipimpinnya akan menjalankan secara bersih. Sementara mengenai kasus Bank Century, SBY berjanji akan menindaklanjuti dengan tuntas adanya indikasi pelanggaran hukum. [bar]

27 February 2010

Mengapa PKS Vokal Soal Century?

JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan salah satu pihak yang dibilang kritis dalam menyikapi kasus bailout Bank Century. Mengapa PKS begitu kritis?

“Kami kritis soal Century karena sudah menandatangani perjanjian dengan Pak SBY untuk menciptakan good goverment dan good governance,” ujar Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaaq kepada okezone, Rabu (24/2/2010) malam.

Karenanya, PKS mengaku tak khawatir dengan ancaman reshuffle kadernya di kabinet. Dia menganggap, wacana reshuffle yang pernah dilontarkan beberapa kader Demokrat tidak merepresentasikan Presiden SBY.

“Kami tidak mau termakan rumor. Terlebih wacana itu dilontarkan kader Demokrat yang memiliki misi pribadi jelang Munas Demokrat nanti,” tandasnya.

Lantas, jika seandainya PKS ditendang dari koalisi dan kadernya terkena reshuffle, apakah PKS akan menjadi partai oposisi seperti PDI Perjuangan dan Hanura? Lutfi menjawab normatif.

“Kami akan terus menjalankan visi misi kami. Jika sesuai kami akan menjadi partner, namun jika bertentangan akan kami kritisi,” pungkasnya.

Perlu diketahui, dalam pandangan soal kasus Century, PKS yang diwakili Andi Rahmat menyebutkan sejumlah nama yang harus bertanggungjawab. Padahal, saat ini PKS masuk dalam lingkaran koalisi pemerintah.

Sebanyak empat kadernya pun duduk sebagai menteri di Kabinet Indonesia Bersatu jilid dua. Yakni Tifatul Sembiring (Menkominfo), Suswono (Menteri Pertanian), Suharna Surapranata (Menristek), Salim Segaf Aljufri (Menteri Sosial

22 February 2010

PKS Selenggarakan Pemira

Senin, 22 Februari 2010

JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyelenggarakan pemilihan anggota majelis syuro PKS. Pemilihan dilakukan secara langsung seperti pemilihan umum oleh kader-kader PKS di kantor dewan pimpinan cabang masing-masing daerah di seluruh Indonesia. Seluruh kantor DPC dijadikan tempat pemungutan suara (TPS).

“Jumlah anggota majelis syuro yang akan dipilih sebanyak 99 orang. Kami menamakan pemilihan ini dengan sebutan pemilihan raya (pemira).

Kami memakai model seperti ini untuk menerapkan demokrasi internal di semua kader. Jadi keputusan anggota MS tidak hanya akan terpusat ke beberapa orang saja, tapi milik semua kader,” kata Sekretariat Jendral PKS Anis Matta, Minggu (21/2).

Dalam pemira tersebut, PKS telah membentuk panitia prapemira yang menyeleksi sekitar 1.000 anggota ahli PKS menjadi 195 calon nama.

Penyeleksian tersebut berdasarkan syarat yang telah ditetapkan oleh AD/ART, antara lain telah memiliki sekurang-kurangnya masa keanggotaan lima tahun dengan usia biologis 30 tahun, memiliki pengalaman keanggotaan secara struktural dan fungsional, serta lulus tes lima konsepsi dasar partai.

Dari 195 nama itu, akan dipilih 65 nama terbanyak. Setelah diambil sumpahnya, mereka yang terpilih akan menunjuk 32 nama sebagai anggota ahli majelis syuro.

Dua anggota lainnya adalah anggota tetap majelis syuro, yaitu Hilmi Aminuddin dan Salim Segaf Al Jufri. Mereka adalah para mantan ketua majelis syuro.

Pemilihan ketua majelis syuro akan berlangsung secara internal dan tertutup oleh ke-99 anggota tersebut. Bahkan jika ada yang ketahuan berkampanye, dengan cara apa pun, akan ada sanksi keras dari internal partai.

“Siapa saja bisa jadi ketua majelis syuro PKS,” kata Anis. Anis masuk bursa nama anggota MS. Namun baik Anis maupun ketua Pemira PKS Sunmanjaya enggan menjelaskan dan memaparkan nama-nama lainnya. “Yang jelas hampir semua anggota majelis syuro sekarang kembali masuk dalam bursa pemilihan,” pungkasnya.
har/P-1

sumber:koran-jakarta.com

10 July 2009

Pelajaran dari Kemenangan Yudhoyono

by Opini Tempointeraktif*
---
Sejumlah pelajaran bisa ditarik dari kemenangan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Keunggulan duet itu menunjukkan kian matangnya pemilih dalam menentukan sikap politik. Fenomena itu juga menegaskan bahwa bangsa kita sudah berada di jalur yang tepat untuk terus menempuh jalan demokrasi sebagai alat dan cara mengatasi perbedaan.

Kemenangan Yudhoyono-Boediono memang belum resmi. Angka kemenangan baru terlihat dari hasil hitung cepat (quick count) Komisi Pemilihan Umum dan berbagai lembaga riset. Namun, seperti pada pemilu legislatif yang lalu, perolehan hitung cepat biasanya tak berbeda jauh dengan hasil resmi.

Maka, dari hasil hitung cepat itu kita bisa membaca berbagai hal di balik kemenangan duet usungan koalisi pimpinan Partai Demokrat tersebut. Pada awal berlangsungnya kontes presiden, pasangan Yudhoyono-Boediono menuai kritik karena tak mengikuti mitos bahwa pasangan calon harus merepresentasikan Jawa dan luar Jawa. Muncul opini, pasangan yang sama-sama Jawa ini akan menimbulkan resistansi dari pemilih di luar Jawa.

Mitos itu terbukti runtuh. Pasangan Yudhoyono-Boediono mampu mengeduk suara terbanyak di beberapa kantong suara penting luar Jawa. Kemenangan besar diraih di Sumatera (termasuk Nanggroe Aceh Darussalam), Kalimantan Barat dan Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Maluku, dan Papua. Bahkan, di Bali, Yudhoyono mampu mendapatkan suara mendekati pasangan Megawati-Prabowo.

Hasil itu menunjukkan bahwa pemilih kian rasional dan pragmatis dalam menentukan sikap politik. Pemilih tak mempersoalkan apakah Yudhoyono-Boediono kombinasi Jawa dengan non-Jawa atau bukan. Bagi pemilih, tak peduli dari mana mereka, yang penting pasangan itu dipercaya mampu memenuhi harapan.

Berkaitan dengan isu runtuhnya primordialisme ini, apresiasi patut disematkan kepada Jusuf Kalla. Keteguhannya untuk maju sebagai calon presiden mampu memberi inspirasi bahwa yang bukan Jawa pun harus berani berlaga sebagai calon presiden. Kalah-menang soal lain. Yang penting, keberanian untuk bersaing meruntuhkan mitos primordialisme.

Duet Yudhoyono-Boediono juga unggul di wilayah-wilayah yang selama ini dikenal sebagai basis pesaing, seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah. Pada pemilihan legislatif yang lalu, Partai Golkar menguasai Jawa Barat dan PDIP mendominasi Jawa Tengah. Tapi kali ini duet “Lanjutkan” menang di sana.

Lagi-lagi, sikap rasional-pragmatislah yang membuat Yudhoyono-Boediono memimpin perolehan suara. Pemilih di wilayah itu tak menghendaki tawaran perubahan kandidat lainnya. Mereka ragu untuk mempertaruhkan apa yang telah dinikmati selama ini. Pemilih enggan mengambil risiko. Apalagi rekam jejak dua pasangan lainnya juga dianggap menyimpan “cacat politik”.

Pada akhirnya hal ini menunjukkan bahwa kedewasaan politik masyarakat semakin tinggi. Masyarakat tak lagi bisa dirayu dengan pendekatan-pendekatan non-rasional. Khalayak akan mempertimbangkan hal-hal yang masuk akal sebelum bersikap. Maka, sungguh aneh jika kedewasaan politik khalayak ini tidak diimbangi dengan kedewasaan politik para elitenya. Demokrasi tak bisa lagi menerima sikap kekanak-kanakan.


sumber: tempointeraktif.com

20 May 2009

Hercules TNI AU Jatuh di Magetan

Hidayat Turut Berbela Sungkawa

Jakarta - Ketua MPR Hidayat Nurwahid menyampaikan bela sungkawa kepada korban jatuhnya pesawat Hercules TNI AU di Magetan, Jawa Timur.

"Saya ikut berbela sungkawa. Ini pembelajaran, jangan lagi bermain-main dengan penerbangan. Keselamatan penerbangan harus diperhatikan," tutur Hidayat.

Hal ini disampaikan Hidayat usai pelantikan PAW MPR di Gedung Nusantara IV DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2009).

Hidayat kemudian mengeluhkan pengelolaan penerbangan yang kurang memperhatikan keselamatan penumpang di Indonesia. Menurutnya, anggaran penerbangan sudah mumpuni.

"Maintenance lapangan harus baik, pengelolaan harus baik. Percuma anggaran berapa pun kalau maintenancenya tidak benar," keluh mantan Presiden PKS ini.

Hidayat menyentil maraknya korupsi di Indonesia. Menurutnya inilah penyebab kurang profesionalitas penanganan penerbangan kita.

"Kalau di Indonesia, korupsi sudah sangat banyak. Profesionalitas penerbangan kita harus lebih diperhatikan," tutur Hidayat.

Hidayat kemudian menyinggung kesejahteraan penerbang. Hidayat was-was, jangan-jangan seringnya pesawat jatuh disebabkan penerbang lelah karena kurang istirahat, atau kelaparan karena tidak disejahterakan.

"Jangan-jangan kesejahteraan, gaji mereka tidak tercukupi," tutur Hidayat. (van/nik)

Sumber: DetikCom

PKS Bukan Gertak Sambal

Anis menjelaskan bahwa bergabungnya PKS untuk mengusung pasangan SBY-Boediono karena kesepakatan platform kebijakan ekonomi.

PK-Sejahtera Online: Keputusan PKS untuk tetap melanjutkan koalisi dengan Partai Demokrat, tidak ada hubungannya dengan jatah kursi menteri atau power sharing dalam system perintahan nantinya. Tapi semata karena pertimbangan logis politik untuk sama-sama membangun bangsa ini. ‘jadi tidak benar jika dikatakan PKS itu takluk atau plin-plan’. ‘Yang PKS lakukan adalah menunjukkan bahwa sebagai peserta koalisi, semuanya mempunyai kedudukan sebagai mitra yang sejajar’. ‘Kita adalah partnership dalam pemerintahan’, tegas sekjen PKS Anis Matta dalam Silaturahim Kader dan Relawan PKS di sekretariat Dapil I, minggu malam (17/5/2009) kemarin.

Anis melanjutkan bahwa langkah politik yang PKS lakukan terkait pasangan capres-cawapres bukan gertak sambal. Dijelaskan Anis, PKS memang telah melakukan interupsi keras pada SBY terkait masalah Boediono. Namun, hal tersebut dianggap wajar. Ibaratnya sebagai seorang teman antara PKS dan PD harus saling mengingatkan. ‘Ini adalah interupsi besar dari keluarga besar’. ‘Untuk mengukur seberapa besar nilai kita dihadapan kawan kita, lihatlah bagaimana sikapnya ketika kita akan meninggalkannya’

"Itu kami lakukan agar publik tahu bahwa kita punya sikap, bisa marah dan tidak setuju termasuk pada kawan. Itu perlu terutama ketika seseorang mulai memiliki dominasi yang terlalu kuat," tandasnya. PKS kembali mendukung SBY-Boedion karena Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu telah meminta maaf terkait pola komunikasinya dalam menentukan cawapresnya. Selain itu, SBY telah berjanji akan mengkomunikasikan segala sesuatunya terhadap parpol mitra koalisi.

Lebih lanjut, Anis menjelaskan bahwa bergabungnya PKS untuk mengusung pasangan SBY-Boediono karena kesepakatan platform kebijakan ekonomi. Kesepakatan tersebut pertama mengenai pengentasan kemiskinan dan pengangguran dengan pemerataan ekonomi. Baik itu kesamaan dan kemudahan akses, informasi dan peluang usaha, serta pemberdayaan kemampuan usaha ekonomi rakyat.

Yang kedua kesepakatan dalam hal menegakkan kedaulatan ekonomi nasional. Salah satunya adalah dengan mereformasi kebijakan makro ekonomi yang mengarah kepada kemandirian dan kesetaraan serta kedaulatan ekonomi rakyat. Ketiga, ketahanan dan kemandirian ekonomi di sektor pangan, energi dan air melalui revitalisasi, efesiensi, intensifikasi dan diversifikasi. (pks sulsel)

18 May 2009

Empat Butir Kesepakatan PKS-Demokrat

Kontrak politik yang disepakati di detik terakhir itu berisi empat butir kesepakatan.
Senin, 18 Mei 2009, 08:27 WIB


VIVAnews - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya menandatangani kontrak politik dengan Demokrat yang mengusung duet SBY-Boediono. Kontrak politik yang disepakati di detik terakhir itu berisi empat butir kesepakatan.


"Kontrak politik di Cikeas memutuskan empat kesepakatan," kata Ketua Fraksi PKS Mahfudz Sidik dalam keterangan kepada VIVAnews, Minggu (17/5).

Mahfudz mengakui, bahwa kesepakatan pemberian dukungan PKS untuk Demokrat terjadi saat injury time. Karena, kesepakatan PKS-Demokrat terjadi sesaat sebelum duet capres-cawapres SBY-Boediono dideklarasikan di Bandung, Jumat (15/5) lalu.

Kendati demikian, menurut Mahfudz, kontrak politik antara PKS dan Demokrat merupakan satu kesatuan dengan piagam koalisi yang ditandatangani semua partai pendukung Demokrat, di Cikeas, Sabtu (16/5) lalu.

"Koalisi antara Ketua Majelis Syuro PKS (Hilmi Aminuddin) dengan SBY adalah bagian tidak terpisah dengan naskah itu," kata dia.

Berikut empat butir kesepakatan PKS-Demokrat:

1. Aturan main koalisi di pemerintahan
2. Aturan main koalisi di parlemen
3. Program kebijakan pemerintahan koalisi di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, dan hubungan luar negeri
4. Menyetujui mekanisme komunikasi koalisi

Seperti diberitakan, sekitar dua jam sebelum deklarasi, pasangan SBY-Boediono ditemui tiga petinggi PKS. Mereka yang menemui SBY-Boediono di Hotel Sheraton Bandung yakni, Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminudin, Presiden PKS, Tifatul Sembiring, dan Sekretaris Jenderal PKS, Anis Matta.

Padahal, PKS merupakan salah satu mitra koalisi Demokrat yang menentang keras pemilihan Boediono sebagai calon wakil presiden. Alasannya, Boediono dinilai tidak mewakili mitra koalisi. Usai deklarasi SBY-Boediono, Tifatul pun memberikan pernyataan mengapa menerima Boediono.

"Mengenai mahzab ekonomi Boediono. Bahwa beliau (SBY) mengatakan, Undang-Undang mengenai sukuk dan syariah justru lahir pada masa Boediono. Karena itu, kami akan mengawal itu dan PKS ada di dalam situ," kata Tifatul usai deklarasi SBY-Boediono.

17 May 2009

SBY Minta Maaf, PKS dan Demokrat Mesra Kembali

JAKARTA–MI:Gertakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terhadap pencalonan Boediono sebagai wakil presiden berlalu.

SBY meminta maaf langsung kepada PKS, sehingga hubungan Partai Demokrat dan PKS mesra kembali.

Komplain PKS ibarat interupsi keluarga besar untuk pertahankan prinsip kesetaraan dalam koalisi. Interupsi ini bisa dipahami dengan baik oleh SBY dan dia sudah meminta maaf, kata Sekretaris Jenderal Anis Matta saat dihubungi Media Indonesiadi Jakarta, Sabtu (16/5).

Permintaan maaf Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disampaikan dalam pertemuan yang digelar beberapa jam sebelum deklarasi pasangan calon presiden (capres) SBY-calon wakil presiden (cawapres) Boediono di Hotel Sheraton, Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/5).

Anis mengatakan, penyampaian komplain kepada SBY melalui media massa merupakan langkah yang dibangun untuk meretas jalan koalisi yang lebih baik. Hasil evaluasi terhadap koalisi yang dibangun mulai 2004 menyatakan bahwa ada masalah komunikasi di antara partai-partai yang bergabung. Hal inilah, ujarnya, yang ingin diatasi dalam koalisi jangka panjang tersebut. Penjelasan SBY dan Boediono yang disampaikan dalam pertemuan tertutup maupun dalam pidato deklarasi dinilai cukup menjawab kritikan-kritikan yang disampaikan PKS.

Kalau didengarkan, saya kira pidato SBY cukup menjelaskan alasan kenapa memilih cawapres Boediono dan menjelaskan klaim-klaim yang dialamatkan padanya. Isi pidato SBY sebagian merupakan hasil pembicaraan sebelumnya, tukasnya.

Anis menolak dugaan adanya pembagian porsi kekuasaan dalam pertemuan yang dilaksanakan tertutup tersebut sehingga membuat PKS luluh. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak hanya menyepakati 10 agenda kerja sama dan tidak ada satupun poin yang membicarakan pembagian kursi kabinet.

Pembagian kekuasaan, terangnya, akan dibicarakan setelah terbukti menjadi pemenang. Disepakati 10 agenda kerja sama. Salah satunya memuat pasal yang menjelaskan manajemen koalisi yang lebih detail. Sedangkan, power sharingdibicarakan setelah ada kemenangan, urainya.

Masalah selanjutnya yang menghadang PKS seusai deklarasi tersebut adalah meyakinkan para konstituen PKS, terutama kader yang menolak Boediono. Hal itupun diakui oleh Presiden PKS Tifatul Sembiring dalam beberapa kesempatan saat berbincang dengan media.

Menurutnya, PKS perlu rasionalitas yang dapat menjelaskan kepada umat alasan perlu mendukung pasangan SBY Berbudi. Apalagi, pasangan tersebut dinilai tidak mencitrakan kombinasi Nasionalis-Islamis yang diinginkan oleh PKS. Tapi, PKS kemudian abai dan akhirnya tetap kembali ke pangkuan SBY.

Memang akan ada sedikit kesulitan saat menjelaskan kepada kader, tapi saya kira tidak akan makan waktu terlalu lama. Kader kami rasionalis, ucapnya.

Para elit, ujarnya, telah menyiapkan strategi untuk menggalang kebersamaan para kader yang kemungkinan sedikit renggang akibat keputusan cepat dari elit. Salah satunya, sudah terlaksana saat Boediono berpidato setelah dinyatakan sebagai pendamping SBY. Boediono, menurutnya, telah menjawab semua isu yang berkembang di masyarakat, misalnya tentang antek neoliberalis dan penganut kejawen. PKS tidak akan memberikan rekomendasi apapun, melainkan mendorong Boediono untuk menunjukkannya dengan tindakan nyata.

Pada dasarnya, saya tidak memiliki masalah pribadi. Saat di Komisi IX, saya mendukung dia menjadi Gubernur BI. Tapi, ketika diumumkan tiba-tiba, ini merepotkan PKS, pungkasnya

07 April 2009

Survei: PKS Masih Juara di DKI

INILAH.COM, Jakarta - Wilayah DKI Jakarta menjadi salah satu rebutan parpol besar untuk mendulang suara di Pemilu 2009. Dua parpol baru yakni Gerindra dan Hanura akan menyodok masuk urutan 5 besar, namun juaranya tetap PKS.

Hasil survei cepat yang dilakukan The Jakarta Institute pada 5-6 April lalu menunjukkan hasil tersebut. Direktur Eksekutif The Jakarta Institute Ubaidillah mengungkapkan, berdasarkan survei terhadap 750 responden dengan tingkat toleransi kesalahan sebesar 2 persen didapatkan hasil: PKS diperkirakan meraih 23,8%.

Selanjutnya, Partai Demokrat denga 18,1%, Golkar 13,8%, dan PDIP 12,7%. Sedangkan Gerindra dan Hanura cukup mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat Jakarta dengan raihan 10,1% dan 6,7%.

"Sisanya, parpol-parpol yang lain tidak akan mendapat suara lebih dari 5 persen," kata Ubaidillah.

Ia memaparkan, sumbangan suara PKS berasal dari loyalitas pemilih partai itu yang mencapai 73,6%. Seperti diketahui, pada Pemilu 2004, PKS menjadi pemenang di DKI. Selain itu, banyak pemilih pemula yang berusia rata 17-25 tahun terpikat dengan PKS.

Yang menarik, lanjut Ubaidillah, masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah atau wong cilik yang diindetikkan dengan PDIP, mulai bergeser ke PKS. "Karena karakteristik pemilih di Jakarta lebih rasional ketimbang di daerah lain, apalagi pendekatan yang dilakukan PKS melalui kegiatan-kegiatan sosial," tandasnya. [dil]

PKS Kota Bogor Akan Daur Ulang Atribut Partai

By Republika Newsroom
Senin, 06 April 2009 pukul 11:43:00

BOGOR- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor akan daur ulang atribut partai yang sudah tak digunakan lagi. Sebanyak ribuan spanduk dan baliho milik PKS akan disulap jadi tas.

Disebutkan oleh Ketua Bidang Operasional PKS Kota Bogor, Iman Nugraha, ia telah menginstruksikan seluruh Dewan Pengurus Ranting se-Kota Bogor untuk tidak langsjung membuang atribut-atribut partai yang sudah harus turun terhitung pukul 00.00, Senin (6/4) tadi. oleh Iman, spanduk dan baliho tersebut diarahkan untuk diserahkan ke beberapa pusat-pusat daur ulang atribut yang telah didirikan oleh PKS.

"Nanti hasilnya berupa tas akan kami bagikan secara gratis di pasar-pasar dan pusat keramaian di Kota Bogor selepas penghitungan suara," kata Iman.

Dituturkan Iman, PKS melakukan proyek daur ulang ini mengingat besarnya jumlah spanduk dan baliho milik partainya di Kota Bogor. Terlebih lagi, bahan pembuat spanduk tersebut kebanyakan mengandung polimer sintetik yang sulit diuraikan.

Di Kota Bogor saja, menurut Iman, PKS memasang sebanyak 30.000 spanduk, baliho dan banner. Jika didaur ulang nanti, menurut Iman bisa dihasilkan kira-kira 5.000 tas dari bekas atribut tersebut.

Sementara itu, Ketua Bidang Kewanitaan PKS Kota Bogor, Nunun Nurlaila mengatakan bahwa daur ulang atribut ini tidak terbatas pada atribut dari PKS saja. Nurlaila mengatakan bahwa partai-partai yang berminat didaur ulang atributnya bisa langsung menghubungi DPD PKS Kota Bogor.

"Sentra-sentra produksi tas yang sudah kami bentuk siap menampungnya,"kata Nurlaila.c82/taq


Atribut PKS Diolah Jadi Tas

Jurnal Bogor, 5 April 2009 oleh rifky

Bogor - Ide dari PKS (Partai Keadilan Sejahtera) ini bisa dicontoh. Sekitar 700 orang kader PKS, Minggu hari ini akan menurunkan semua spanduk, baliho, poster, PKS di seluruh Bogor. Sampahnya akan diolah menjadi tas belanja.


Menurut Ketua Bidang Operasional TPPD DPD PKS Kota Bogor, Iman Nugraha, sampah atribut itu sulit hancur, karena berbahan plastic polymer, seperti spanduk, baliho, stiker, banner, poster, dan flyer. ”Kami akan bersihkan Bogor dari atribut PKS,” ujanya.

Diperkirakan ada sekitar 3 ribu atribut PKS tersebar di Bogor. ”Dengan pembersihan ini, kami membantu meringankan beban Panwaslu,” katanya.
“Setelah diturunkan semua atribut dikumpulkan di rumah produksi yang dikelola oleh Pos Wanita Keadilan (Pos WK). Kemudian langsung didaur ulang menjadi tas belanja. Selain sampah atribut menjadi bermanfaat, proses daur ulang pun memanfaatkan banyak tenaga kerja dari anak putus sekolah,” jelasnya.

Hal senada dituturkan Ketua Bidang Kewanitaan DPD PKS Kota Bogor Nunun Nurlaila. Menurutnya saat ini Bidang Kewanitaan PKS Kota Bogor telah membentuk beberapa sentra produksi tas berbahan baku atribut kampanye, dengan memanfaatkan tenaga anak-anak putus sekolah.

“Kami menyadari banyaknya atribut partai politik akan berdampak pada pencemaran lingkungan karena biasanya pasca Pemilu, benda-benda ini akan menjadi sampah. Untuk itulah kami berinisiatif menggerakkan kader-kader kami untuk membentuk sentra produksi tas berbahan baku atribut kampanye sebagai wujud kepedulian PKS, sesuai dengan jargon partai yakni bersih, peduli, dan profesional. Serta sesuai dengan program PKS Cares for Green,” jelas Nunun.

Nunun menambahkan, jika memang ada partai lain yang akan mengirimkan atribut pemilu untuk di daur ulang, sentra produksi tas yang dibentuk oleh Bidang Kewanitaan PKS Kota Bogor siap menampung.

“Jika memang ada parpol lain yang akan mengirimkan sampah atributnya, kami bersedia untuk menampung dan mengolahnya menjadi tas. Yang pasti untuk atribut PKS, ditargetkan bisa terbentuk 5.000 tas belanja,” jelasnya, seraya menambahkan, tas-tas daur ulang tersebut akan dibagikan secara gratis ke pusat-pusat keramaian seperti pasar dan mall usai penghitungan suara Pemilu Legislatif 9 April mendatang.
“Kami juga melaunching majalah Bogor Sejahtera yang berisi laporan pertanggungjawaban kinerja politisi PKS kepada masyarakat, yang dikemas dalam suguhan berita picture,” ungkapnya.

31 March 2009

PKS membuktikan Terbesar di Ibu Kota

Sukses 'memutihkan' Senayan, kader PKS menyatakan siap memenangkan kembali partainya di Jakarta.

SULIT untuk tidak mengakui kekuatan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta ketika massa partai itu 'memutihkan' Stadion Utama Bung Karno, Jakarta, kemarin.

Pendukung PKS berbondong-bondong menuju Senayan, lokasi kampanye elite yang acap kali dikultuskan sebagai penanda besar tidaknya sebuah partai. Kampanye yang mengusung tema Putihkan Jakarta, hadirkan DPR/DPRD bersih ini berhasil mengundang massa hingga meluber sampai ke lapangan bola. Bahkan tepat hingga mendekati panggung utama.

Akibatnya, kepadatan lalu lintas sudah terjadi 3 jam sebelum kampanye akbar dimulai. Padahal massa sudah diatur masuk ke Senayan melalui lima jalur yang berbeda. Ketika kampanye dimulai, kepadatan itu terurai. Seusai kampanye, lalu lintas seputar Senayan sibuk kembali.

Ikut memeriahkan kampanye adalah grup nasyid Izzatul Islam, grup musik Gigi, dan Cokelat.

Dalam orasinya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu yang juga Sekjen DPP PKS Anis Matta menanyakan kesiapan DPW DKI Jakarta dan kadernya untuk mempertahankan kemenangan di DKI Jakarta yang diraih pada Pemilu 2004.

Bisa ditebak, jawaban spontan massa menggemuruh menyatakan kesiapan mereka.

Sepanjang acara, orasi demi orasi para tokoh PKS seperti Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin dan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid yang juga mantan Presiden PKS itu disambut gempita.

Sebagai gong, Presiden PKS Tifatul Sembiring yang juga dikenal sebagai raja pantun benar-benar memenangi hati pendukungnya di ujung rangkaian kampanye. "Mari kita dorong perubahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai," ujarnya bersemangat.

Dia pun mengingatkan, kader PKS yang selama ini telah mendapatkan tarbiah atau pendidikan islami hendaknya ikut gigih berjuang menjadi motor penggerak terjadinya perubahan besar di Indonesia.

"Indonesia yang dicita-citakan ialah negara yang adil dan makmur dengan para pejabat negara yang antikorupsi, kolusi, dan nepotisme, serta peduli kepada rakyatnya," ucapnya menggebu di atas panggung.

Dalam orasinya, seperti biasa Tifatul menyisipkan pantun, "Ramai bocah menari tortor. Setelah itu ke Brastagi. Jangan pilih caleg koruptor. Agar rakyat tidak menderita lagi."

Golkar, PDIP, no way Sebelumnya, dalam pidato di kampanye terbuka di Lapangan Sempur, Kota Bogor, Minggu (29/3) pagi, isyarat PKS untuk berkoalisi dengan Partai Demokrat pada Pemilu 9 April mendatang semakin menguat.

Berdasarkan survei saat melakukan kampanye di seluruh daerah, kata Tifatul, seluruh kader PKS dan suara dari bawah lebih menyukai dan mengharapkan PKS untuk berkoalisi dengan Partai Demokrat.

"Anda semua tadi lihat sendiri, seluruh simpatisan PKS lebih menginginkan jika PKS bersama Demokrat. Mereka mengatakan no way jika PKS bersanding dengan Megawati (PDIP). Begitu juga jika PKS dengan JK (Golkar). Tapi mereka mengatakan raos pisan (enak dalam bahasa Sunda) jika Hidayat dengan SBY (PKS dengan Demokrat)," kata Tifatul.

sumber: Koran Media Indonesia, Selasa-31mar09

30 March 2009

PKS: Koalisi Pertimbangkan Gerakan Dakwah

By Republika Newsroom
Senin, 30 Maret 2009 pukul 16:00:00

JAKARTA
-- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memastikan akan berkoalisi dengan salah satu parpol besar dalam pemilihan presiden nanti. Akan tetapi persoalan dengan siapa partai bernomor urut delapan itu akan berkoalisi, PKS akan mengevaluasi gerakan dakwah selama pemerintahan SBY.

Dalam orasinya di Lapangan Gelora Bung Karno, Senin (30/3), Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin, mengatakan bahwa keputusan mengenai koalisi akan diputuskan segera setelah hasil dari pemilu legislatif diumumkan lewat rapat Majelis Syuro PKS. "Persolan koalisi serahkan saja kepada Majelis Syuro PKS, akan tetapi masukan dari kader dan simpatisan PKS akan tetap kita tampung sampai pemilu legislatif," kata Hilmi.

Majelis Syuro PKS, sambung Hilmi, di antaranya akan mempertimbangkan bagaimana gerakan dakwah selama pemerintahan SBY. Ia juga mengungkapkan bahwa Majelis Syuro PKS akan mengevaluasi bagaimana pemerintahan SBY memperjuangkan rakyat kecil selama ini.

Mengenai syarat koalisi yang akan diajukan PKS, tutur Hilmi, adalah koalisi yang akan menjadi pemerintahan yang pro-rakyat. "Rakyat tidak boleh lagi dibiarkan bersaing dengan sekelompok orang yang menguasai infrastruktur. Pemerintahan hasil koalisi tersebut nantinya harus melindungi rakyat dari kelompok tersebut," katanya.

Tanda-tanda PKS yang ingin menggandeng SBY semakin tampak dalam kampanye yang berlangsung efektif sejak pukul 09.00-13.00 WIB tersebut. Di antaranya adalah tidak pernah disebutnya nama JK saat Hilmi menyebut pemerintahan saat ini. Ia hanya menyebut pemerintahan saat ini adalah pemerintahan SBY.

Selain itu, Presiden PKS, Tifatul Sembiring, dalam orasinya, berulang-ulang mengatakan bahwa siapapun presidennya partainya adalah PKS. Tanda lain adalah lebih banyaknya spanduk bertuliskan "Emang Biru Bisa PKS? Untuk Indonesia yang Lebih Baik Kenapa Tidak?" yang berwarna biru dibandingkan warna merah, hijau, dan kuning.

Dalam kampanye sebelum-sebelumnya, Tifatul juga mengungkapkan bahwa lebih banyak kader PKS menghendak agar partai yang sebelumnya bernama PK itu mendukung SBY. Banyak di antara masukan tersebut, ujar dia, lebih menghendaki PKS agar berkoalisi dengan Partai Demokrat ketimbang PDIP dan Golkar. nan/kpo

PKS berhasil memutihkan Gelora Bung Karno

Headline News / Metropolitan / Senin, 30 Maret 2009 11:03 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Kampanye terakhir Partai Keadilan Sejahtera di wilayah Jakarta digelar besar-besaran di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (30/3). Tempat berkapasitas 110 ribu orang ini, penuh. Tampak pula massa PKS yang baru datang untuk memenuhi tribun.

Kemeriahan kampanye tak terlepas dari tema besar, Menciptakan DPR yang bersih. Kampanye juga mengangkat isu korban Situ Gintung, "Duka Situ Gintung Duka Kita...M/i>". Ada spanduk besar bertuliskan, "Galang Daba buat Korban Bencana Situ Gintung".

Kampanye ini akan diisi orasi para elite PKS. Mereka antara lain adalah Presiden PKS Tifatul Sembiring, Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta, mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid dan Ketua Majelis Syuro Ustad Hilmi Aminuddin. Tampak telah hadir di arena kampanye, Gubernur Jawa Barat sekaligus kader PKS, Ahmad Heryawan dan Ustad Hilmi Aminuddin.

PKS memang menang di Jakarta pada Pemilu 2004. Mereka raih sekitar satu juta suara pemilih. Saat mendukung Adang Daradjatun sebagai calon gubernur Jakarta, Adang mendapat dukungan satu setengah juta suara. Diharapkan pada Pemilu 2009, PKS meraih target suara nasional 20 persen agar bisa mencalonkan presiden dari internal partai.(BEY)

Ondel-ondel Semarakkan Kampanye PKS

Seperti layaknya kader PKS, dua ondel-ondel yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan ini juga menggunakan kostum dan atribut PKS.
PK-Sejahtera Online: Selain artis ibukota, Kampanye Akbar PKS di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta Selatan pagi ini, juga dimeriahkan oleh dua buah ondel-ondel raksasa, yang didatangkan langsung dari Perkampungan Betawi di daerah Jagakarsa Jakarta Selatan.

Seperti layaknya kader PKS, dua ondel-ondel yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan ini juga menggunakan kostum dan atribut PKS.

Ondel-ondel laki-laki, menggunakan kemeja lengan panjang berwarna hitam dengan logo PKS di sisi kanan atas kemeja. Pada sisi tengah kaus terbentang tulisan “Tukang Es Naik odong-odong, Pilih PKS Dong”. Sedangkan ondel-ondel perempuan menggunakan gaun warna kuning dengan selendang putih melingkar di pinggangnya. Pada sisi kanan atas gaun, juga terdapat logo PKS, dan pada sisi tengah gaun terdapat tulisan “Makan Pepes Anget-anget, PKS Oke Banget”.

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah PKS Jakarta Selatan, Drs. Khoiruddin,M.Sc., PKS sengaja menghadirkan ondel-ondel dalam kampanye akbar ini, dengan tujuan untuk menghibur masyarakat sekaligus turut serta melestarikan budaya Betawi yang mulai langka di temui di Ibukota.

“Ondel-ondel yang merupakan kebudayaan masyarakat Betawi sudah mengakar berpulu-puluh tahun. dan harus dilestarikan keberadaannya. Dan ini juga merupakan tugas dari partai politik untuk melestarikan budaya bangsa,” tutur pria yang juga menjadi calon Anggota dewan PKS DPRD DKI Jakarta daerah pemilihan Jakarta Selatan.

Pada kampanye PKS sebelumnya di Lapangan Blok S, PKS juga menghadirkan kesenian Lenong Betawi untuk menghibur para kader dan simpatisan.(adine)