Showing posts with label Pemilu 2009. Show all posts
Showing posts with label Pemilu 2009. Show all posts

05 June 2009

Presiden PKS: SBY Tak Pernah Berkata Kasar

Karena itu, Tifatul mengimbau kader-kader PKS selalu berkata santun dan tak kasar.
Jum'at, 5 Juni 2009, 06:52 WIB
Arfi Bambani Amri

VIVAnews - Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Tifatul Sembiring, berpesan pada pengurus PKS se-Jawa Barat untuk berkata-kata santun di depan publik. Calon presiden yang mereka dukung, Susilo Bambang Yudhoyono, adalah seorang yang santun dan tak pernah berkata kasar.

Sepanjang perkenalannya dengan SBY sejak tahun 2001, Tifatul mengamati belum pernah SBY berkata kasar di depan publik. "Sehingga wajar jika Pemilu legislatif kemarin beliau dan partainya banyak pengikut," katanya dalam konsolidasi struktural Dewan Pimpinan Wilayah PKS Jawa Barat di Bandung, Kamis sore, 4 Juni 2009.

Berkata lembut sudah diperintahkan Tuhan sejak era nabi-nabi. "Nabi Musa saja diperintahkan berkata lembut kepada Firaun orang paling kejam di muka bumi, apalagi kita sesama anak bangsa," ujar Tifatul. "Bila kita berkata kasar, banyak orang jadi gusar. Kalau berkata lembut, banyak orang jadi pengikut," ujar Tifatul seperti disampaikan dalam rilis yang disampaikan Humas PKS, A Mabruri, Jumat 5 Juni 2009.

Konsolidasi ini juga dihadiri 26 Dewan Pimpinan Daerah PKS atau setingkat pimpinan kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Juga hadir Ketua Tim Kampanye SBY-Boediono Jawa Barat, Iwan Sulanjana, dari Partai Demokrat.

Dalam acara konsolidasi struktural PKS tingkat provinsi yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia Kamis itu, Tifatul juga menyebutkan mesin PKS sudah siap bekerja memenangkan SBY-Boediono. "Dan akan dipacu maksimal untuk pemenangan pasangan nomor dua, SBY-Boediono," ujarnya.




27 May 2009

PKS Raih 57 Kursi DPR Pusat

PK-Sejahtera Online: Ahad malam (24/5) lalu KPU telah menetapkan Anggota DPR RI terpilih tahun 2009-2014 di Jakarta. PKS telah dinyatakan berhasil meraih 57 kursi di Senayan.

Presiden PKS, Tifatul Sembiring terpilih untuk mewakili wilayah Sumatra Utara. Mantan Presiden PKS, Hidayat Nur Wahid juga dinyatakan berhasil meraih kursi di senayan mewakili masyarakat Jawa Tengah.

Sekjen PKS Anis Matta dan Menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault terpilih mewakili Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

Untuk Anggota Legislatif perempuan dari PKS, diwakili oleh Yoyoh Yusroh dari Banten, Ledia Hanifa dari Jawa Barat, dan Herlini Amran dari Kepulauan
Riau.

Berikut susunan nama-nama aleg terpilih dari PKS berikut perolehan suaranya

NO DAPIL NAMA CALEG Jml SUARA
1 Nangroe Aceh Darussalam - 01 M. Nasir Djamil (L) 44.039
2 Nangroe Aceh Darussalam - 02 Raihan Iskandar, Lc (L) 17.487
3 Sumatera Utara - 01 Tifatul Sembiring (L) 99.348
4 Sumatera Utara - 02 Iskan Qolba Lubis, MA (L) 32.692
5 Sumatera Utara - 03 Ansory Siregar, Lc (L) 43.288
6 Sumatera Barat - 01 Irwan Prayitno, DR (L) 57.199
7 Sumatera Barat - 02 Refrizal, Drs (L) 27.214
8 Riau - 01 Chairul Anwar, Drs., Apt. (L) 50.914
9 Kepulauan Riau - 01 Herlini Amran, MA. (P) 26.659
10 Sumatera Selatan - 01 Musthafa Kamal (L) 31.293
11 Sumatera Selatan - 02 Bukhori Yusuf, MA (L) 40.484
12 Bengkulu - 01 H. M. Syahfan Badri Sampurno, Drs. (L) 27.362
13 Lampung - 01 Almuzzammil Yusuf (L) 46.205
14 Lampung - 02 Abdul Hakim, Ir. MM (L) 55.258
15 DKI Jakarta - 01 Ahmad Zainuddin, Lc (L) 46.179
16 DKI Jakarta - 02 M. Sohibul Iman, Dr. (L) 42.553
17 DKI Jakarta - 03 Adang Daradjatun (L) 119.287
18 DKI Jakarta - 03 Ahmad Relyadi (L) 22.094
19 Banten - 02 Zulkiflimansyah (L) 58.478
20 Banten - 03 Yoyoh Yusroh (P) 36.911
21 Banten - 03 Jazuli Juwaini (L) 87.946
22 Jawa Barat - 01 Suharna Surapranata (L) 36.515
23 Jawa Barat - 01 Ledia Hanifa (P) 28.228
24 Jawa Barat - 02 Ma'mur Hasanuddin (L) 40.472
25 Jawa Barat - 03 Eki Awal Muharam (L) 24.750
26 Jawa Barat - 04 Yudi Widiana Adia (L) 37.114
27 Jawa Barat - 05 Sunmanjaya Rukmandis (L) 29.071
28 Jawa Barat - 06 Mahfudz Abdurahman (L) 72.409
29 Jawa Barat - 07 Arifinto, Drs. (L) 38.871
30 Jawa Barat - 08 Mahfudz Sidik, Drs., M.Si. (L) 36.583
31 Jawa Barat - 09 Nur Hasan Zaidi, S.Sos.I (L) 33.223
32 Jawa Barat - 10 Surahman Hidayat, Dr. (L) 42.446
33 Jawa Barat - 11 Kemal Stamboel (L) 35.165
34 Jawa Tengah - 01 Zuber Safawi (L) 36.556
35 Jawa Tengah - 03 M. Gamari, Dr. H. (L) 18.242
36 Jawa Tengah - 04 M. Martri Agoeng (L) 28.775
37 Jawa Tengah - 05 M. Hidayat Nur Wahid, Dr. (L) 106.521
38 Jawa Tengah - 07 Sugihono, Ir (L) 26.233
39 Jawa Tengah - 08 Tossy Aryanto (L) 26.592
40 Jawa Tengah - 09 Suswono, Ir., MMA (L) 33.934
41 DI Yogyakarta - 01 Agus Purnomo (L) 31.533
42 Jawa Timur - 01 Sigit Sosiantomo, Ir. (L) 19.294
43 Jawa Timur - 02 Misbakhun, Ak. (L) 35.980
44 Jawa Timur - 05 Luthfi Hasan Ishaaq, MA. (L) 29.819
45 Jawa Timur - 07 Rofi' Munawar, Lc. (L) 37.718
46 Jawa Timur - 08 Memed Sosiawan, Ir. (L) 22.310
47 Jawa Timur - 11 Abdul Aziz Suseno (L) 71.020
48 Kalimantan Barat - 01 H. Rahman Amin (L) 27.078
49 Kalimantan Selatan - 01 Aboe Bakar Al Habsyi (L) 57.253
50 Kalimantan Selatan - 02 Nabiel Fuad Al Musawa, Ir, M.Si . (L) 31.390
51 Kalimantan Timur - 01 Aus Hidayat Nur (L) 51.338
52 Nusa Tenggara Barat - 01 Fahri Hamzah, SE (L) 105.412
53 Sulawesi Selatan - 01 M. Anis Matta, Lc. (L) 88.407
54 Sulawesi Selatan - 02 Tamsil Linrung (L) 77.250
55 Sulawesi Selatan - 03 Andi Rahmat, SE (L) 30.355
56 Sulawesi Tenggara - 01 H. Yan Herizal, SE. (L) 18.930
57 Sulawesi Tengah - 01 Adhyaksa Dault, Dr. (L) 82.873

25 May 2009

KPU Tetapkan 560 Calon Anggota DPR Terpilih

Dari nama-nama calon anggota DPR 2009 terpilih yang telah disahkan KPU tersebut beberapa anggota DPR periode 2004-2009 berhasil terpilih kembali untuk periode 2009-2013.Jakarta, (ANTARA News) - Setelah sempat diskors selama kurang lebih 2,5 jam dan terjadi perdebatan antara sejumlah saksi partai politik dengan Komisi Pemilihan Umum, Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary, di Jakarta, Minggu malam, menetapkan 560 calon anggota DPR 2009 terpilih.

Dari nama-nama calon anggota DPR 2009 terpilih yang telah disahkan KPU tersebut beberapa anggota DPR periode 2004-2009 berhasil terpilih kembali untuk periode 2009-2013.

Selain itu, sejumlah tokoh yang menjabat sebagai menteri di Kabinet Indonesia Bersatu juga tercatat sebagai calon anggota DPR terpilih. Sejumlah pengurus partai juga berhasil duduk di senayan mewakili partainya.

Nama-nama baru juga bermunculan di jajaran calon anggota DPR terpilih. Namun, beberapa nama-nama baru itu tidak asing di masyarakat karena calon-calon ini sebelumnya dikenal di dunia hiburan.

Anggota DPR yang kembali terpilih dalam pemilu anggota DPR 2009 diantaranya adalah Al Muzzammil Yusuf dari Partai Keadilan Sejahtera (dapil Lampung I), Agung Laksono dari Partai Golkar (DKI Jakarta I), Ida Fauziyah dari Partai Kebangkitan Bangsa (Jatim VII), Effendi MS. Simbolon dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DKI Jakarta III), dan Jazuli Juwaini dari PKS (Banten III).

Selain itu, Agoes Poernomo dari PKS (DI Yogyakarta), dan KRMT. Roy Suryo Notodiprojo dari Partai Demokrat (DI Yogyakarta), Trimedya Pandjaitan dari PDIP (Sumatera Utara II), Jhoni Allen Marbun dari Partai Demokrat (Sumut II), Tjahyo Kumolo dari PDIP (Jateng I), Ignatius Mulyono dari Partai Demokrat (Jateng III), Aria Bima dari PDIP (Jateng V), dan Angelina Sondakh dari Partai Demokrat (Jateng IV).

Kemudian, Ahmad Muqowam dari Partai Persatuan Pembangunan (Jateng X), Priyo Budi Santoso dari Partai Golkar (Jatim I), Anis Matta dari PKS (Sulawesi Selatan), Idrus Marham dari Partai Golkar (Sulsel III), Sutan Bathoegana dari Partai Demokrat (Sumut I), Taufiq Kiemas dari PDIP (Jabar II), E.E. Mangindaan dari Partai Demokrat (Sulawesi Utara), dan Topane Gayus Lumbuun dari PDIP (Jatim V).

Sementara sejumlah tokoh partai yang menjadi calon anggota DPR terpilih diantaranya adalah Tifatul Sembiring dari PKS (Sumut I), Rully Chairul Azwar dari Golkar (dapil Bengkulu), Ruhut Poltak Sitompul dari Partai Demokrat (Sumut III), Suryadharma Ali dari PPP (Jabar III), Hidayat Nur Wahid dari PKS (Jateng V), dan Burhanuddin Napitupulu dari Partai Golkar (Sumut I).

Selain itu, Puan Maharani dari PDIP (Jateng V), Pramono Anung Wibowo dari PDIP (Jatim VI), Anas Urbaningrum dari Partai Demokrat (Jatim VI), Zulkifli Hasan dari Partai Amanat Nasional (Lampung I), Marzuki Alie dari Partai Demokrat (DKI Jakarta III), Nurul Arifin dari Partai Golkar (Jabar VII), Muhaimin Iskandar dari PKB (Jawa Timur I), dan Irgan Chairul Mahfiz dari PPP (Banten III).

Sejumlah tokoh partai lainnya yang memperoleh kursi di DPR adalah Edhie Baskoro Yudhoyono dari Partai Demokrat (Jatim VII) dan Adang Daradjatun dari PKS (DKI Jakarta III).

Sementara para menteri yang berhak mengisi kursi di parlemen yaitu Jero Wacik dari Partai Demokrat (Bali), Taufiq Effendi dari Partai Demokrat (Kalimantan Selatan I), Adhyaksa Dault dari PKS (Sulawesi Tengah), dan Freddy Numberi dari Partai Demokrat (Papua). Meskipun ada surat penarikan Freddy sebagai calon terpilih dari Partai Demokrat, namun KPU memutuskan untuk menetapkan terlebih dahulu sebelum melakukan perubahan.

Diantara deretan nama-nama calon anggota DPR terpilih, terdapat nama-nama yang sudah tidak asing lagi. Mereka lebih dikenal sebagai publik figur oleh sebagian besar masyarakat yaitu Rachel Mariam Sayidina dari Partai Gerindra (Jabar II), Rieke Diah Pitaloka dari PDIP (Jabar II), Primus Yustisio dari PAN (Jabar IX), Venna Melinda dari Partai Demokrat (Jatim VI), Tantowi Yahya dari Golkar (dapil Sumatera Selatan II), dan Okky Asokawati dari PPP (DKI Jakarta II).

Dedi S. Gumelar atau akrab disapa Mi`ing dari PDIP (Banten I), Jamal Mirdad dari Pari Gerindra (Jawa Tengah I), Utut Adianto dari PDIP (Jateng VII), Inggrid Kansil dari Partai Demokrat (Jabar IV), Tetty Kadi Bawono dari Partai Golkar (Jabar VIII).

Penetapan calon anggota DPR ini masih dapat berubah. Jika dikemudian hari setelah penetapan calon terpilih, Mahkamah Konstitusi (MK) menetapkan perubahan hasil pemilu yang berdampak pada perolehan suara maupun kursi, maka KPU harus menindaklanjuti perubahan tersebut.

Selain itu, sejumlah partai politik juga telah mengajukan calon anggota DPR pengganti karena calon yang ditetapkan tidak memenuhi syarat. PDIP, misalnya, telah mengajukan permohonan penggantian calon di dapil Banten III karena calon anggota DPR terpilih Sutradara Ginting telah meninggal. Demikian pula Partai Demokrat telah mengajukan penggantian calon terpilih di dapil Kalimantan Barat (Henri Usman) dan Papua (Freddy Numberi).

Pelantikan calon anggota DPR terpilih akan dilaksanakan pada 1 Oktober 2009.


KPU Tetapkan Calon Anggota DPR Terpilih


Jakarta (ANTARA News) - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Hafiz Anshary, di Jakarta, Minggu, mengumumkan sekaligus menetapkan calon anggota DPR 2009 terpilih.

Penetapan ini dilakukan tanpa menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang perselisihan hasil Pemilu. Bila ada putusan MK yang mengubah hasil perolehan kursi maupun suara, maka KPU akan melakukan perubahan terhadap penetapan calon anggota DPR terpilih.

Pada rapat pleno terbuka yang dihadiri saksi partai, anggota KPU mengumumkan secara bergantian calon anggota DPR terpilih di setiap daerah pemilihan kemudian langsung disahkan.

Namun, penetapan ini tidak dapat dilakukan sekaligus karena adanya tuntutan dari saksi partai politik agar KPU menjelaskan tentang mekanisme penetapan calon terpilih yang menduduki kursi hasil penghitungan tahap ketiga terlebih dahulu.

Untuk itu, KPU menunda sementara penetapan calon terpilih di beberapa daerah pemilihan di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Calon anggota DPR 2009 terpilih yang telah disahkan KPU memiliki latar belakang yang berbeda. Sejumlah anggota DPR periode 2004-2009 berhasil terpilih kembali untuk periode 2009-2013.

Beberapa menteri yang dicalonkan sebagai anggota DPR juga berhasil memperoleh suara terbanyak dan ditetapkan sebagai calon terpilih.

Namun ada juga nama-nama baru yang tidak asing di masyarakat karena calon-calon tersebut dikenal di dunia hiburan.

Sejumlah calon anggota DPR terpilih yang telah disahkan KPU yaitu Tantowi Yahya dari Golkar (dapil Sumatera Selatan II), Rully Chairul Azwar dari Golkar (dapil Bengkulu), Al Muzzammil Yusuf dari Partai Keadilan Sejahtera (dapil Lampung I), dan Zulkifli Hasan dari Partai Amanat Nasional (Lampung I).

Selain itu, Agung Laksono dari Partai Golkar (DKI Jakarta I), Okky Asokawati dari Partai Persatuan Pembangunan (DKI Jakarta II), Adang Daradjatun dari PKS (DKI Jakarta III), Effendi MS. Simbolon dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DKI Jakarta III), dan Marzuki Alie dari Partai Demokrat (DKI Jakarta III).

Dedi S. Gumelar atau akrab disapa Mi`ing dari PDIP (Banten I), Jazuli Juwaini dari PKS (Banten III), Irgan Chairul Mahfiz dari PPP (Banten III), Agoes Poernomo dari PKS (DI Yogyakarta), dan KRMT. Roy Suryo Notodiprojo dari Partai Demokrat (DI Yogyakarta).

Selain itu Jero Wacik dari Partai Demokrat (Bali), Emir Moeis dari PDIP (Kalimantan Timur), Taufiq Effendi dari Partai Demokrat (Kalimantan Selatan I), dan Anis Matta dari PKS (Sulawesi Selatan).

Idrus Marham dari Partai Golkar (Sulsel III), Adhyaksa Dault dari PKS (Sulawesi Tengah), E.E. Mangindaan dari Partai Demokrat (Sulawesi Utara), dan Freddy Numberi dari Partai Demokrat (Papua).(*)

COPYRIGHT © ANTARA


KPU Tetapkan Calon Anggota DPD Terpilih


Jakarta (ANTARA News) - Komisi Pemilihan Umum (KPU), di Jakarta, Minggu, menyelenggarakan rapat pleno terbuka untuk menetapkan calon anggota DPR dan DPD terpilih 2009.

Sebelum menetapkan calon anggota DPR terpilih, Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary mengawali dengan mengumumkan dan menetapkan calon anggota DPD terpilih 2009 dari 33 provinsi.

Calon anggota DPD terpilih dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam adalah Abdurrahman BTN, Bachrum Manyak, Ahmad Farham Hamid, dan A. Khalid. Dari Sumatera Utara adalah Rudolf M. Pardede, Parlindungan Purba, Rahmat Shah, dan Darmayanti Lubis.

Calon DPD terpilih dari Sumatera Barat yaitu Irman Gusman, Emma Yohanna, Riza Falepi,dan Alirman Sori. Dari Provinsi Riau adalah Abdul Gafur Usman, Intsiawati Ayus, Maimanah Umar, dan Mohammad Gazali.

Calon anggota DPD terpilih yang berasal dari Sumatera Selatan yaitu Percha Leanpuri, Aidil Fitriansyah, Asmawati, dan Abdul Aziz. Kemudian, calon dari Bangka Belitung adalah Tellie Gozelie, Noorhari Astuti, Rosman Djohan, dan Bahar Buasan.

Empat calon anggota DPD terpilih dari Bengkulu yaitu Sultan Bakhtiar Najamudin, Eni Khairani, Bambang Soeroso, dan Mahyudin Shobri. Calon DPD terpilih yang mewakili Jambi, Elviana, M. Syukur, Juniwati T. Masjchun Sofwan, dan Hasbi Anshory.

Kemudian, dari Kepulauan Riau, Aida Nasution Ismeth, Zulbahri, Djasarmen Purba, dan Hardi Slamet Hood. Dari Lampung yaitu Anang Prihantoro, Ahman Jajuli, Aryodia Febriansya, dan Iswandi.

Sementara itu, calon anggota DPD dari DKI Jakarta, Dani Anwar, A.M. Fatwa, Djan Faridz, dan Pardi. Selanjutnya dari Jawa Barat yaitu Ginandjar Kartasasmita, Ella M. Giri Komala, Sofyan Yahya, dan Amang SYafrudin.

Calon anggota DPD terpilih dari Banten, Andika Hazrumy, Abdurachman, Abdi Sumaithi, dan Ahmad Subadri. Dari Jateng yaitu Sulistiyo, Ayu Koes Indriyah, Denty Eka Widi Pratiwi, dan Poppy Susanti Dharsono.

Kemudian dari DI Yogyakarta calon anggota DPD terpilih adalah Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Cholid Mahmud, A. Hafidh Asrom, dan Muhammad Afnan Hadikusumo. Dari Jatim yaitu Istibsjaroh, Wasis Siswoyo, Abd. Sudarsono, dan Supartono.

Dari Bali yaitu I Gn Kesuma Kelakan, I Nengah Wiratha, I Wayan Sudirta, dan I Kadek Arimbawa. Selanjutnya dari Nusa Tenggara Barat adalah Farouk Muhammad, Ll. Abdul Muhyi Abidin, Baiq Diyah Ratu Ganefi, dan Lalu Supardan.

Calon anggota DPD terpilih yang mewakili NTT adalah Abraham Liyanto, Emanuel Babu Eha, Carolina Nubatunis-Kondo, dan Sarah Lery Mboeik. Dari Kalimantan Tengah yaitu Permana Sari, Hamdhani, Said Akhmad Fawzy Zain Bahsin, dan Rugas Binti.

Kemudian dari Kalimantan Barat, Maria Goreti, Sri Kadarwati, Hairiah, dan Erma Suryani Ranik. Dari Kalimantan Selatan, calon anggota DPD terpilih yakni Gusti Farid Hasan Aman, Adhariani, Habib Hamid Abdullah, dan Mohammad Sofwat Hadi.

Dari Kalimantan Timur, Awang Ferdian Hidayat, Luther Kombong, Muslihuddin Abdurrasyid, dan Bambang Susilo. Sedangkan dari Sulawesi Utara yaitu Aryanthi Baramuli Putri, Marhany Victor Poly Pua, Ferry F.X. Tinggogoy, dan Alvius Lomban.

Selanjutnya dari Gorontalo adalah Hana Hasanah Fadel Muhammad, Rahmiyati Jahja, Elnino M. Husein Mohi, dan Budi Doku. Dari Sulawesi Tengah yaitu Nurmawaty Dewi Bantilan, Sudarti, Ahmad Syaifullah Malonda, dan Shaleh Muhammad Aldjuffri.

Berikutnya, calon anggota DPD dari Sulawesi Barat, Muh. Asri, Muhammad Syibli Sahabuddin, Iskandar Muda Baharuddin, dan Mulyana Isham. Dari Sulawesi Selatan, Abd. Aziz Qahhar Mudzakkar, Muh. Aksa Mahmud, Bahar Ngitung, dan Litha Brent.

Calon terpilih dari Sulawesi Tenggara adalah La Ode Ida, Abd. Jabbar Toba, Abidin Mustafa, dan Hoesein Effendy. Sementara dari Maluku Utara, Matheus Stefi Pasimanjeko, Kemala Motik Gafur, Mudjaffar Sjah, Abdurrahman Labato.

Dari Maluku yakni Anna Latuconsina, Jhon Pieris, Jacob Jack Ospara, dan Etha Aisyah. Calon terpilih yang berasal dari Papua adalah Tonny Tesar, Helina Murib, Paulus Yohanes S, dan Ferdinanda W. Ibo Yatipay.

Terakhir dari Papua Barat, calon anggota DPD terpilih adalah Ishak Mandacan, Sofia Maipauw, Mervin Sadipun Komber, dan Wahidin Ismail.

Selain menetapkan calon anggota DPD terpilih, KPU juga menetapkan calon pengganti antar waktu anggota DPD.

Rapat pleno penetapan calon anggota DPR dan DPD terpilih ini dipimpin oleh Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary, dan dihadiri oleh seluruh anggota KPU serta perwakilan maupun saksi dari partai dan calon anggota DPD.(*)

COPYRIGHT © ANTARA


20 May 2009

PKS Bukan Gertak Sambal

Anis menjelaskan bahwa bergabungnya PKS untuk mengusung pasangan SBY-Boediono karena kesepakatan platform kebijakan ekonomi.

PK-Sejahtera Online: Keputusan PKS untuk tetap melanjutkan koalisi dengan Partai Demokrat, tidak ada hubungannya dengan jatah kursi menteri atau power sharing dalam system perintahan nantinya. Tapi semata karena pertimbangan logis politik untuk sama-sama membangun bangsa ini. ‘jadi tidak benar jika dikatakan PKS itu takluk atau plin-plan’. ‘Yang PKS lakukan adalah menunjukkan bahwa sebagai peserta koalisi, semuanya mempunyai kedudukan sebagai mitra yang sejajar’. ‘Kita adalah partnership dalam pemerintahan’, tegas sekjen PKS Anis Matta dalam Silaturahim Kader dan Relawan PKS di sekretariat Dapil I, minggu malam (17/5/2009) kemarin.

Anis melanjutkan bahwa langkah politik yang PKS lakukan terkait pasangan capres-cawapres bukan gertak sambal. Dijelaskan Anis, PKS memang telah melakukan interupsi keras pada SBY terkait masalah Boediono. Namun, hal tersebut dianggap wajar. Ibaratnya sebagai seorang teman antara PKS dan PD harus saling mengingatkan. ‘Ini adalah interupsi besar dari keluarga besar’. ‘Untuk mengukur seberapa besar nilai kita dihadapan kawan kita, lihatlah bagaimana sikapnya ketika kita akan meninggalkannya’

"Itu kami lakukan agar publik tahu bahwa kita punya sikap, bisa marah dan tidak setuju termasuk pada kawan. Itu perlu terutama ketika seseorang mulai memiliki dominasi yang terlalu kuat," tandasnya. PKS kembali mendukung SBY-Boedion karena Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu telah meminta maaf terkait pola komunikasinya dalam menentukan cawapresnya. Selain itu, SBY telah berjanji akan mengkomunikasikan segala sesuatunya terhadap parpol mitra koalisi.

Lebih lanjut, Anis menjelaskan bahwa bergabungnya PKS untuk mengusung pasangan SBY-Boediono karena kesepakatan platform kebijakan ekonomi. Kesepakatan tersebut pertama mengenai pengentasan kemiskinan dan pengangguran dengan pemerataan ekonomi. Baik itu kesamaan dan kemudahan akses, informasi dan peluang usaha, serta pemberdayaan kemampuan usaha ekonomi rakyat.

Yang kedua kesepakatan dalam hal menegakkan kedaulatan ekonomi nasional. Salah satunya adalah dengan mereformasi kebijakan makro ekonomi yang mengarah kepada kemandirian dan kesetaraan serta kedaulatan ekonomi rakyat. Ketiga, ketahanan dan kemandirian ekonomi di sektor pangan, energi dan air melalui revitalisasi, efesiensi, intensifikasi dan diversifikasi. (pks sulsel)

22 April 2009

Caleg Wanita PKS Zonda 1 Bogor lolos ke DPRD Kab.Bogor

Tiga Caleg Wanita Lolos

Jurnal Bogor, 22 April 2009 oleh rifky
Rubrik: Bogor Memilih

Cibinong - Proses rekapitulasi KPU Kabupaten Bogor kini masih berlangsung. Namun, untuk Dapil satu Kabupaten Bogor yang mewakili Kecamatan Cibinong, Citeureup, Babakan Madang dan Sukaraja sudah bisa diketahui hasilnya.

Tiga calon legislatif (caleg) perempuan dari dapil satu berhasil meraih suara terbanyak di partai politiknya dan berhak duduk menjadi anggota dewan. Ketiga caleg perempuan tersebut diantaranya Hj Ida Farida Darwi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ade Munawaroh dari Partai Persatuan Pembangunan dan Dewi Neni Nurhaeni dari Partai Demokrat (PD). Ketiganya merupakan wajah baru yang akan menghiasi hari-hari gedung DPRD Kabupaten Bogor untuk lima tahun yang akan datang.

Dengan jumlah suara sah sebanyak 295.946 untuk 8 kursi dewan, maka didapatkan angka 36.993 sebagai Bilangan Pembagi Pemilih (BPP). Dengan BPP sebanyak itu, hanya dua parpol yang bisa meraih kursi sesuai dengan BPP, yakni PKS dengan 38.464 suara dan PD dengan 100.124 suara. PKS menyisakan 1471 suara dan PD menyisakan 26.138 suara. Sedangkan parpol lainnya yang meraih suara terbanyak namun masih di bawah angka BPP diantaranya Golkar 36.884 suara atau minus 109 suara, PDIP 26.537 suara, PPP 16.135 suara dan Gerindra 25.161 suara.

Caleg PKS Hj Ida Farida dapat melaju ke gedung dewan setelah dirinya berhasil meraih suara terbanyak di PKS, yakni 4.975 suara disusul kemudian oleh Haris Faisal dengan 4.936 suara. Meski hanya unggul 39 suara, namun Hj Ida Farida berhak duduk di kursi DPRD Kabupaten Bogor untuk lima tahun ke depan.

Sedangkan Dewi Neni Nurhaeni bisa menjadi anggota dewan, setelah Partai Demokrat (PD) berhasil meraih 100.124 suara. Dengan perolehan suara tersebut, PD dapat meraih dua kursi dan masih menyisakan 26138 suara. Dengan sisa suara tersebut, ternyata dapat mengantarkan Dewi Neni Nurhaeni menjadi anggota DPRD Kabupaten Bogor. Demikian pula dengan caleg dari PPP Kabupaten Bogor Ade Munawaroh bisa meraih kursi dewan setelah partainya meraih suara terbanyak di bawah BPP.

Dari pantauan Jurnal Bogor, kedelapan caleg yang akan mewakili masyarakat di dapil satu tersebut, memiliki rasio 4 orang incumbent dan 4 orang lainnya merupakan pendatang baru. Keempat incumbent tersebut diantara Albiner Banjarnahor dan Dedi Mulyadi dari PD, Fitri Putra Nugraha dari Golkar dan Edison Hutahean yang menjadi anggota dewan melalui Pergantian Antar Waktu (PAW) wakil bupati Bogor Karyawan Faturachman. Sedangkan empat orang pendatang baru diantaranya Hj Ida Farida Darwi, Ade Munawaroh, Dewi Neni Nurhaeni dan caleg Gerindra Igun Sumarno.

Hj Ida Farida yang dipastikan menduduki kursi empuk DPRD Kabupaten Bogor, mengaku senang dan bersyukur jika seandainya diberi amanah oleh masyarakat untuk menjadi anggota dewan. “Saya bersyukur dan gembira kalau memang saya terpilih menjadi anggota legislatif. Bayangkan saja dari ratusan caleg, saya beruntung sekali kalau memang nanti terpilih,” ungkapnya saat dihubungi Jurnal Bogor, tadi malam.

Hj Ida Farida juga mengatakan amanah menjadi anggota dewan bukanlah hal yang mudah dan tetap harus mawas diri. Sebab, lanjut dia, dirinya harus berjuang untuk menyalurkan aspirasi masyarakat. “Jika memang benar bisa terpilih, saya menganggap ini prestasi sekaligus beban. Prestasi karena saya bisa mengalahkan caleg lain dan beban karena tugas saya ke depan begitu berat,” ungkap ibu tiga anak ini.

Sementara itu, Pengamat Politik Eri Krisna mengatakan anggota legislatif di Kabupaten Bogor sepertinya akan diwarnai oleh wajah-wajah baru. Beberapa incumbent, lanjut dia, tidak masuk lagi menjadi menduduki kursi dewan. “Saya memang memang melihat ada beberapa incumbent yang tidak dipilih lagi oleh masyarakat. Ini berarti kinerja mereka sudah dikoreksi oleh masyarakat dan dianggap kurang baik,” kata Eri.

Munculnya wajah baru yang menjadi anggota legislatif, lanjut Eri, bisa menjadi bukti kalau keberhasilan mereka dalam menyampaikan janji-janjinya. Eri mengatakan ada semacam kontraktual antara caleg baru dengan masyarakat yang memilihnya. “Janji-janji caleg yang disebar semasa kampanye menjadi garansi bagi masyarakat yang memilihnya. Jika ingkar janji, masyarakat pun akan mengoreksinya,” ujar dosen Universitas Djuanda ini.

21 April 2009

Secuil kontemplasi dari hasil pemilu legislatif 2009

Oleh M.Fahrudin*
Alhamdulillah, secara umum pemilu legislatif tahun 2009 berjalan dengan cukup lancar. Kendala teknis persiapan memang menjadi catatan tersendiri karena Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang kacau balau. Tetapi situasi nasional secara umum tetap kondusif.

Target PKS untuk meraih suara sebanyak 20% yang ditetapkan sejak munas tahun 2005 ternyata meleset jauh dan hanya mendapatkan sekitar 8% (versi quick count dan tabulasi KPU) atau sekitar 12% (versi tabulasi internal). Banyak hal yang menjadi catatan mengenai penyebab ketidaksuksesan ini. Kita bisa meninjaunya dari dua sudut pandang. Pertama adalah dari ketercapaian target, kedua adalah dari sudut pandang rival sesama peserta pemilu.

Jika kita melihat dari sudut pandang pertama, maka kita akan melihat bahwa ini adalah kegagalan yang cukup besar. Bagaimana tidak, langkah-langkah sudah dipersiapkan sejak 4 tahun sebelumnya. Semua struktur sudah bekerja keras, bahkan parameter kenaikan yang signifikan sudah sangat terukur dari beberapa pilkada yang dimenangkan. Tetapi ternyata hasilnya sangat jauh dari harapan. Tak sampai 50% dari target, bahkan nyaris tidak ada peningkatan dari hasil pemilu 5 tahun sebelumnya.

Tetapi jika kita melihat dari sudut pandang rivalitas sesama peserta pemilu, maka kita akan mendapatkan gambaran yang mencengangkan: Selain PKS dan PD, semua peserta pemilu tahun 2004 mengalami kejatuhan suara yang signifikan. Praktis PKS hanya kalah dari Partai Demokrat. Jika kita melihat bagaimana cara PD berkampanye, maka kita akan memahami bahwa memang inilah sunnatullah. Siapa yang lebih “luar biasa” kerjanya, maka hasilnya pun akan lebih “luar biasa” pula. Di sini saya tidak berbicara tentang keikhlasan ataupun tentang kapasitas kader, tetapi lebih ke arah strategi memenangkan pemilu.

Realitas masyarakat Indonesia
Jika kita melihat realitas masyarakat Indonesia saat ini, maka kita akan mendapati bahwa mereka sangat mudah untuk digiring opininya. Lihat pengalaman pemilu presiden tahun 2004 lalu, bagaimana SBY dicitrakan sebagai sosok yang gaul, ganteng, gagah, dsb. Kemudian lihat juga kemenangan HADE di jawa barat, di mana PKS sukses mengopinikan citra muda-ganteng di tengah kedua calon lainnya yang sudah kakek-kakek. Lihat juga bagaimana media menggiring Foke menjadi orang yang sangat gaul pada pilkada Jakarta lalu.

Di mana-mana fenomena ini seragam. Apalagi ditambah dengan budaya sinetron dan film-film chicklit yang semakin menjadi-jadi. Masyarakat Indonesia secara umum tidak memiliki budaya menggali dan mengenali, tetapi hanya puas dengan citra menyenangkan saja. Dan Partai Demokrat melakukan itu. Sejak jauh-jauh hari kita bisa mengamati sikap SBY yang selalu terdesain dan terencana. Tidak pernah ada sikap spontan dari beliau. (cara bersikap di depan publik saja sudah direncanakan) Kemudian program-program populis seperti BLT, penurunan harga BBM (3 kali!!!), PNPM, swasembada pangan, dan lain-lain, ditambah dengan iklan layanan masyarakat, maka pencitraan itu dilaksanakan secara sangat sistematis. Belum lagi iklan partai yang sangat sering selama masa kampanye yang 9 bulan itu.

Ini belum ditambah dengan penggunaan artis-artis papan atas, logistik pemilu yang gila-gilaan (kualitas eksklusif dan jumlah yang luar biasa banyaknya), akomodasi yang sedemikian mewahnya selama masa kampanye terbuka kemarin (panggung setara konser soundrenalin yang dipasang di 13 kota, yang didrop langsung dari Jakarta). Ini masih belum ditambah dengan dukungan konsultan politik Fox Indonesia yang mengatur standarisasi “rasa” dalam setiap kampanye terbuka. Kita tidak bisa membayangkan betapa luar biasa besarnya biaya yang dikeluarkan untuk kampanye ini, sehingga jika kita tahu, maka sangat keterlaluan kalau kalah (ini kata Wisnu Nugroho di blognya, wartawan kompas yang ditugaskan untuk meliput SBY dan JK kemanapun mereka pergi, termasuk selama kampanye).

Dari mana semua dana itu? ........

Apa yang dilakukan PKS?
Lantas, apa yang dilakukan PKS selama ini? Politik pendidikan!! PKS sama sekali bukan partai massa, tetapi partai kader yang berjuang atas dasar visi. Ketika seseorang akan bergabung dengan partai, maka dia akan diajarkan mengenal Tuhannya terlebih dahulu. Kemudian mengenal Rasulnya, mengenal agamanya. Partai urusan kesekian. Apalagi urusan tetek bengek politik, kampanye, pilkada, dan lain sebagainya.

Pola seperti ini senantiasa terbawa pada setiap kampanyenya. Lihat saja semua leaflet dan brosur partai, semua penuh dengan penjelasan tentang visi-misi-program. Lihat saja fondasi partainya, sistem kerja jelas, struktur kepartaiannya jelas, bahkan platformnya pun dibukukan dan dijual bebas di mana-mana. Kemudian juga diseminarkan di berbagai tempat. Bahkan untuk figur jagoan dalam pilkada jabar, HADE, yang sebenarnya tanpa perlu visi-misi-janji jor-joran sudah sangat menjual pun, tetap menyusun konsep pemerintahan dan mengkampanyekannya.

Dengan pola kerja sistem kepartaian yang seperti ini, maka pendapatan suara sebesar 7,8% saja (atau menempati posisi keempat) sudah luar biasa. PKS berhasil melakukan pendidikan politik untuk setidaknya 7,8% pemilih yang menggunakan hak pilihnya. Dan itu dilakukan oleh sebuah partai yang baru berumur 11 tahun, dengan pendanaan terbatas, dan dikepung oleh partai-partai dengan pendanaan luar biasa (PDIP dan Golkar) dan sebuah partai dengan pendanaan super luar biasa (Demokrat) yang semuanya justru melakukan pembodohan politik secara terang-terangan. Makanya, hingga saat ini saya menilai hasil PKS pada pemilu kali ini sangat spektakuler.

Wallahu a’lam.

*fahrudin1973@yahoo.com

07 April 2009

Survei: PKS Masih Juara di DKI

INILAH.COM, Jakarta - Wilayah DKI Jakarta menjadi salah satu rebutan parpol besar untuk mendulang suara di Pemilu 2009. Dua parpol baru yakni Gerindra dan Hanura akan menyodok masuk urutan 5 besar, namun juaranya tetap PKS.

Hasil survei cepat yang dilakukan The Jakarta Institute pada 5-6 April lalu menunjukkan hasil tersebut. Direktur Eksekutif The Jakarta Institute Ubaidillah mengungkapkan, berdasarkan survei terhadap 750 responden dengan tingkat toleransi kesalahan sebesar 2 persen didapatkan hasil: PKS diperkirakan meraih 23,8%.

Selanjutnya, Partai Demokrat denga 18,1%, Golkar 13,8%, dan PDIP 12,7%. Sedangkan Gerindra dan Hanura cukup mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat Jakarta dengan raihan 10,1% dan 6,7%.

"Sisanya, parpol-parpol yang lain tidak akan mendapat suara lebih dari 5 persen," kata Ubaidillah.

Ia memaparkan, sumbangan suara PKS berasal dari loyalitas pemilih partai itu yang mencapai 73,6%. Seperti diketahui, pada Pemilu 2004, PKS menjadi pemenang di DKI. Selain itu, banyak pemilih pemula yang berusia rata 17-25 tahun terpikat dengan PKS.

Yang menarik, lanjut Ubaidillah, masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah atau wong cilik yang diindetikkan dengan PDIP, mulai bergeser ke PKS. "Karena karakteristik pemilih di Jakarta lebih rasional ketimbang di daerah lain, apalagi pendekatan yang dilakukan PKS melalui kegiatan-kegiatan sosial," tandasnya. [dil]

Atribut PKS Diolah Jadi Tas

Jurnal Bogor, 5 April 2009 oleh rifky

Bogor - Ide dari PKS (Partai Keadilan Sejahtera) ini bisa dicontoh. Sekitar 700 orang kader PKS, Minggu hari ini akan menurunkan semua spanduk, baliho, poster, PKS di seluruh Bogor. Sampahnya akan diolah menjadi tas belanja.


Menurut Ketua Bidang Operasional TPPD DPD PKS Kota Bogor, Iman Nugraha, sampah atribut itu sulit hancur, karena berbahan plastic polymer, seperti spanduk, baliho, stiker, banner, poster, dan flyer. ”Kami akan bersihkan Bogor dari atribut PKS,” ujanya.

Diperkirakan ada sekitar 3 ribu atribut PKS tersebar di Bogor. ”Dengan pembersihan ini, kami membantu meringankan beban Panwaslu,” katanya.
“Setelah diturunkan semua atribut dikumpulkan di rumah produksi yang dikelola oleh Pos Wanita Keadilan (Pos WK). Kemudian langsung didaur ulang menjadi tas belanja. Selain sampah atribut menjadi bermanfaat, proses daur ulang pun memanfaatkan banyak tenaga kerja dari anak putus sekolah,” jelasnya.

Hal senada dituturkan Ketua Bidang Kewanitaan DPD PKS Kota Bogor Nunun Nurlaila. Menurutnya saat ini Bidang Kewanitaan PKS Kota Bogor telah membentuk beberapa sentra produksi tas berbahan baku atribut kampanye, dengan memanfaatkan tenaga anak-anak putus sekolah.

“Kami menyadari banyaknya atribut partai politik akan berdampak pada pencemaran lingkungan karena biasanya pasca Pemilu, benda-benda ini akan menjadi sampah. Untuk itulah kami berinisiatif menggerakkan kader-kader kami untuk membentuk sentra produksi tas berbahan baku atribut kampanye sebagai wujud kepedulian PKS, sesuai dengan jargon partai yakni bersih, peduli, dan profesional. Serta sesuai dengan program PKS Cares for Green,” jelas Nunun.

Nunun menambahkan, jika memang ada partai lain yang akan mengirimkan atribut pemilu untuk di daur ulang, sentra produksi tas yang dibentuk oleh Bidang Kewanitaan PKS Kota Bogor siap menampung.

“Jika memang ada parpol lain yang akan mengirimkan sampah atributnya, kami bersedia untuk menampung dan mengolahnya menjadi tas. Yang pasti untuk atribut PKS, ditargetkan bisa terbentuk 5.000 tas belanja,” jelasnya, seraya menambahkan, tas-tas daur ulang tersebut akan dibagikan secara gratis ke pusat-pusat keramaian seperti pasar dan mall usai penghitungan suara Pemilu Legislatif 9 April mendatang.
“Kami juga melaunching majalah Bogor Sejahtera yang berisi laporan pertanggungjawaban kinerja politisi PKS kepada masyarakat, yang dikemas dalam suguhan berita picture,” ungkapnya.

31 March 2009

Lagu Indonesia Raya dan Mars PKS di Kampanye Akbar PKS Bogor, Pemilu 2009

Ahad (29/3) saya lewat di Lapangan Sempur Kota Bogor. Ternyata di situ ada kampanye Akbar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor. Mereka sedang menghadapi Pemilu Legislatif 2009. Saya coba sempatkan rekam momentum ini. Dalam video yang terekam ini, pas ketika momen menyanyikan lagu kebangsaan RI "Indonesia Raya" yang dilanjutkan dengan lagu "Mars PKS" yang dipandu oleh tim Nasyid Izzatul Islam.


Dari pandangan mata, puluhan ribu massa memenuhi seluruh lapangan hijau Sempur, bahkan masih ada yang diluar yang mengantri untuk masuk yang mayoritas menggunakan angkot sewaan dan motor. Hadir dalam kampanye ini antara lain Tifatul Sembiring, Untung Wahono, Mabruri, dan beberapa Caleg DPRD Propinsi Jawa Barat dan DPRD Kota Bogor dari PKS.

sumber: HDN di youtube

PKS membuktikan Terbesar di Ibu Kota

Sukses 'memutihkan' Senayan, kader PKS menyatakan siap memenangkan kembali partainya di Jakarta.

SULIT untuk tidak mengakui kekuatan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta ketika massa partai itu 'memutihkan' Stadion Utama Bung Karno, Jakarta, kemarin.

Pendukung PKS berbondong-bondong menuju Senayan, lokasi kampanye elite yang acap kali dikultuskan sebagai penanda besar tidaknya sebuah partai. Kampanye yang mengusung tema Putihkan Jakarta, hadirkan DPR/DPRD bersih ini berhasil mengundang massa hingga meluber sampai ke lapangan bola. Bahkan tepat hingga mendekati panggung utama.

Akibatnya, kepadatan lalu lintas sudah terjadi 3 jam sebelum kampanye akbar dimulai. Padahal massa sudah diatur masuk ke Senayan melalui lima jalur yang berbeda. Ketika kampanye dimulai, kepadatan itu terurai. Seusai kampanye, lalu lintas seputar Senayan sibuk kembali.

Ikut memeriahkan kampanye adalah grup nasyid Izzatul Islam, grup musik Gigi, dan Cokelat.

Dalam orasinya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu yang juga Sekjen DPP PKS Anis Matta menanyakan kesiapan DPW DKI Jakarta dan kadernya untuk mempertahankan kemenangan di DKI Jakarta yang diraih pada Pemilu 2004.

Bisa ditebak, jawaban spontan massa menggemuruh menyatakan kesiapan mereka.

Sepanjang acara, orasi demi orasi para tokoh PKS seperti Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin dan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid yang juga mantan Presiden PKS itu disambut gempita.

Sebagai gong, Presiden PKS Tifatul Sembiring yang juga dikenal sebagai raja pantun benar-benar memenangi hati pendukungnya di ujung rangkaian kampanye. "Mari kita dorong perubahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai," ujarnya bersemangat.

Dia pun mengingatkan, kader PKS yang selama ini telah mendapatkan tarbiah atau pendidikan islami hendaknya ikut gigih berjuang menjadi motor penggerak terjadinya perubahan besar di Indonesia.

"Indonesia yang dicita-citakan ialah negara yang adil dan makmur dengan para pejabat negara yang antikorupsi, kolusi, dan nepotisme, serta peduli kepada rakyatnya," ucapnya menggebu di atas panggung.

Dalam orasinya, seperti biasa Tifatul menyisipkan pantun, "Ramai bocah menari tortor. Setelah itu ke Brastagi. Jangan pilih caleg koruptor. Agar rakyat tidak menderita lagi."

Golkar, PDIP, no way Sebelumnya, dalam pidato di kampanye terbuka di Lapangan Sempur, Kota Bogor, Minggu (29/3) pagi, isyarat PKS untuk berkoalisi dengan Partai Demokrat pada Pemilu 9 April mendatang semakin menguat.

Berdasarkan survei saat melakukan kampanye di seluruh daerah, kata Tifatul, seluruh kader PKS dan suara dari bawah lebih menyukai dan mengharapkan PKS untuk berkoalisi dengan Partai Demokrat.

"Anda semua tadi lihat sendiri, seluruh simpatisan PKS lebih menginginkan jika PKS bersama Demokrat. Mereka mengatakan no way jika PKS bersanding dengan Megawati (PDIP). Begitu juga jika PKS dengan JK (Golkar). Tapi mereka mengatakan raos pisan (enak dalam bahasa Sunda) jika Hidayat dengan SBY (PKS dengan Demokrat)," kata Tifatul.

sumber: Koran Media Indonesia, Selasa-31mar09

30 March 2009

PKS: Koalisi Pertimbangkan Gerakan Dakwah

By Republika Newsroom
Senin, 30 Maret 2009 pukul 16:00:00

JAKARTA
-- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memastikan akan berkoalisi dengan salah satu parpol besar dalam pemilihan presiden nanti. Akan tetapi persoalan dengan siapa partai bernomor urut delapan itu akan berkoalisi, PKS akan mengevaluasi gerakan dakwah selama pemerintahan SBY.

Dalam orasinya di Lapangan Gelora Bung Karno, Senin (30/3), Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin, mengatakan bahwa keputusan mengenai koalisi akan diputuskan segera setelah hasil dari pemilu legislatif diumumkan lewat rapat Majelis Syuro PKS. "Persolan koalisi serahkan saja kepada Majelis Syuro PKS, akan tetapi masukan dari kader dan simpatisan PKS akan tetap kita tampung sampai pemilu legislatif," kata Hilmi.

Majelis Syuro PKS, sambung Hilmi, di antaranya akan mempertimbangkan bagaimana gerakan dakwah selama pemerintahan SBY. Ia juga mengungkapkan bahwa Majelis Syuro PKS akan mengevaluasi bagaimana pemerintahan SBY memperjuangkan rakyat kecil selama ini.

Mengenai syarat koalisi yang akan diajukan PKS, tutur Hilmi, adalah koalisi yang akan menjadi pemerintahan yang pro-rakyat. "Rakyat tidak boleh lagi dibiarkan bersaing dengan sekelompok orang yang menguasai infrastruktur. Pemerintahan hasil koalisi tersebut nantinya harus melindungi rakyat dari kelompok tersebut," katanya.

Tanda-tanda PKS yang ingin menggandeng SBY semakin tampak dalam kampanye yang berlangsung efektif sejak pukul 09.00-13.00 WIB tersebut. Di antaranya adalah tidak pernah disebutnya nama JK saat Hilmi menyebut pemerintahan saat ini. Ia hanya menyebut pemerintahan saat ini adalah pemerintahan SBY.

Selain itu, Presiden PKS, Tifatul Sembiring, dalam orasinya, berulang-ulang mengatakan bahwa siapapun presidennya partainya adalah PKS. Tanda lain adalah lebih banyaknya spanduk bertuliskan "Emang Biru Bisa PKS? Untuk Indonesia yang Lebih Baik Kenapa Tidak?" yang berwarna biru dibandingkan warna merah, hijau, dan kuning.

Dalam kampanye sebelum-sebelumnya, Tifatul juga mengungkapkan bahwa lebih banyak kader PKS menghendak agar partai yang sebelumnya bernama PK itu mendukung SBY. Banyak di antara masukan tersebut, ujar dia, lebih menghendaki PKS agar berkoalisi dengan Partai Demokrat ketimbang PDIP dan Golkar. nan/kpo

Ondel-ondel Semarakkan Kampanye PKS

Seperti layaknya kader PKS, dua ondel-ondel yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan ini juga menggunakan kostum dan atribut PKS.
PK-Sejahtera Online: Selain artis ibukota, Kampanye Akbar PKS di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta Selatan pagi ini, juga dimeriahkan oleh dua buah ondel-ondel raksasa, yang didatangkan langsung dari Perkampungan Betawi di daerah Jagakarsa Jakarta Selatan.

Seperti layaknya kader PKS, dua ondel-ondel yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan ini juga menggunakan kostum dan atribut PKS.

Ondel-ondel laki-laki, menggunakan kemeja lengan panjang berwarna hitam dengan logo PKS di sisi kanan atas kemeja. Pada sisi tengah kaus terbentang tulisan “Tukang Es Naik odong-odong, Pilih PKS Dong”. Sedangkan ondel-ondel perempuan menggunakan gaun warna kuning dengan selendang putih melingkar di pinggangnya. Pada sisi kanan atas gaun, juga terdapat logo PKS, dan pada sisi tengah gaun terdapat tulisan “Makan Pepes Anget-anget, PKS Oke Banget”.

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah PKS Jakarta Selatan, Drs. Khoiruddin,M.Sc., PKS sengaja menghadirkan ondel-ondel dalam kampanye akbar ini, dengan tujuan untuk menghibur masyarakat sekaligus turut serta melestarikan budaya Betawi yang mulai langka di temui di Ibukota.

“Ondel-ondel yang merupakan kebudayaan masyarakat Betawi sudah mengakar berpulu-puluh tahun. dan harus dilestarikan keberadaannya. Dan ini juga merupakan tugas dari partai politik untuk melestarikan budaya bangsa,” tutur pria yang juga menjadi calon Anggota dewan PKS DPRD DKI Jakarta daerah pemilihan Jakarta Selatan.

Pada kampanye PKS sebelumnya di Lapangan Blok S, PKS juga menghadirkan kesenian Lenong Betawi untuk menghibur para kader dan simpatisan.(adine)

Gelora Bung Karno Dipadati Massa PKS

30/03/2009 11:23 - Pemilu 2009

Liputan6.com, Jakarta: Kampanye akbar Partai Keadilan Sejahtera digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (30/3). Sejak pagi tadi, ribuan kader dan simpatisan PKS telah memadati GOR yang berkapasitas sekitar 120 ribu orang tersebut. Kampanye dibuka sekitar pukul 10.30 WIB.

Sejumlah tokoh yang hadir dalam kampanye ini di antaranya Hidayat Nur Wahid dan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Salim Assegaf al Jufri. Hadir pula Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Sejauh ini Presiden PKS Tifatul Sembiring belum menyampaikan orasi.

Menyusul digelarnya kampanye ini, warga dan pengguna jalan diminta berhati-hati dan mewaspadai kemacetan. Apalagi selain PKS, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dan Partai Nasional Indonesia Marhaenisme juga menggelar kampanye terbuka.(YNI/Mohammad Achir)

Halilintar Gemuruhkan Kampanye PKS

Walau hujan lebat, massa tidak bergeming. Kader dan simpatisan menyimak tausiah dengan seksama di tengah guyuran hujan lebat diselingi kilatan halilintar.

PK-Sejahtera Online: Kampanye nasional PKS Jabar di lapangan Gasibu pada tanggal 29 Maret 2009 berlangsung meriah. Puluhan ribu massa mulai mengalir ke Gasibu, kemacetan hampir terjadi di seluruh penjuru kota. DPW PKS dengan penuh kerendahan hati mohon maaf kepada warga Kota Bandung dan sekitarnya.

Rombongan tokoh PKS hadir dengan diarak seni kuda renggong dan langsung memasuki Gasibu. Mendung yang menggelayut Kota Bandung akhirnya tumpah, pukul 14.00 hujan lebat mengguyur lapangan Gasibu. Walau hujan lebat, massa tidak bergeming.

Hilmi Aminudin Ketua Majelis Syuro PKS menyampaikan tausiahnya ditengah guyuran hujan lebat. “Kita masih ingat kampanye Hade dulu juga diguyur hujan lebat seperti ini. Semoga hujan ini sebagai pertanda hujan kemenangan yang dicurahkan oleh Allah swt untuk dakwah. Hujan ini semoga bisa membersihkan diri dan hati kita dalam meniti jalan dakwah”, kata tokoh sesepuh PKS yang sering disapa ustad Hilmi ini.

Kader dan simpatisan menyimak tausiah dengan seksama di tengah guyuran hujan lebat diselingi kilatan halilintar. M. Taufik Ridlo, Lc, Dipl, Ec ketua DPW PKS berharap semakin banyak anggota dewan dari PKS Jabar yang masuk ke gedung sate dan senayan, maka dari itu ia mengajak masyarakat mencontreng salah satu caleg PKS dalam pemilu tanggal 9 April nanti.

Suharna Surapranata ketua MPP PKS caleg DPRRI dapil Jabar satu Kota Bandung Cimahi nomer urut satu menyatakan agar Kota Bandung menjadi kota yang melayani warganya dengan baik, maka harus memilih wakil rakyat yang kuat dalam membela warganya dengan bersih, peduli dan profesional.

Ledia Hanifa Amalia, ketua bidang kewanitaan DPP PKS caleg DPRI dari dapil Jabar satu nomer urut dua mengajak warga Jawa Barat untuk mencontreng PKS pada pemilu nanti. Lediapun berpantun dalam bahasa sunda yang intinya mengajak memilih PKS nomer delapan.

Disela-sela kampanye juga diselingi doa dan penggalangan dana bagi korban musibah situ gintung. Jutaan rupiah berhasil dihimpun oleh tim relawan peduli korban musibah ini. (aw)


Kampanye PKS di lapangan Sempur - Bogor

Jurnal Bogor, 30 March 2009

Bogor - Semakin jelas sudah, siapa calon presiden yang paling diinginkan oleh massa akar rumput PKS (Partai Keadilan Sejahtera) Kota Bogor. Dialah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY. ‘’SBY presidennya, PKS partainya.’’ Kalimat inilah yang diteriakkan sekitar 20.000 massa pendukung PKS dalam kampanye akbar putaran terakhir di Lapangan Sempur Bogor, Minggu (29/3) kemarin.

Yel-yel dukungan terhadap pencalonan kembali SBY sebagai presiden ini tak henti-hentinya diteriakkan massa PKS sambil mengacung-acung foto SBY dalam ukuran mencolok. Sikap massa PKS ini rupanya membuat Presiden PKS Tifatul Sembiring harus segera menentukan sikap partai yang dikenal bersih ini.

Sebenarnya sampai saat ini PKS belum memutuskan akan mendukung dan berkoalisi dengan siapa. Namun suara akar rumput PKS telah bulat menyatakan berkoalisi dengan Partai Demokrat dan otomatis mendukung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai presiden mendatang,’’ kata Tifatul yang disambut yel-yel hidup SBY, hidup PKS. Presidennya SBY, Partainya PKS.

Secara formal, menurut Tifatul, PKS akan memutuskan berkoalisi dan mendukung siapa, setelah ada hasil dari musyawarah tinggi partai. Namun suara-suara massa menyatakan tidak mau berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Golkar. ‘’Tetapi setelah ditawarkan SBY, massa mendukungnya, jelas suara akar rumput ini akan kami bawa dalam musyawarah nanti,” kata Tifatul kepada wartawan usai berorasi di Sempur.

Tifatul menceritakan pengamalannya berkampanye di beberapa tempat. Menurut dia, massa PKS selalu menyatakan dukungannya jika PKS berkoalisi dengan Partai Demokrat. Bahkan ia sempat terkejut ketika melihat salah satu pendukung PKS di Lapangan Sempur maju ke bibir panggung sambil membawa foto Presiden SBY dalam ukuran besar yang telah ditempeli stiker PKS.

“Sosok SBY sudah begitu melekat di hati masyarakat Bogor. Buktinya mereka membawa foto SBY dalam kampanye PKS. Anda dengar sendiri, puluhan ribu massa PKS menyatakan mendukung SBY,” ujarnya.

Menurut Tifatul, sampai saat ini pihaknya terus melakukan pertemuan-pertemuan dengan Partai Demokrat. Setiap pertemuan dibahas masalah kerjasama menyiapkan saksi dan masalah lainnya dalam penyelenggaraan pemilu, termasuk masalah kemungkinan berkoalisi.

“Masalah koalisi selalu jadi topik hangat perbincangan dalam setiap pertemuan dengan Partai Demokrat. Kami masih akan melakukan pertemuan-pertemuan lanjutan, termasuk membahas komitmen-komitmen yang saling menguntungkan,’’ ujat Tifatul.
Sementara, peluang untuk koalisi dengan PDI-P sudah tidak mungkin terjadi, karena hasil rakernas PDI-P sudah menetapkan Megawati sebagai presiden. Sedangkan dengan Partai Golkar, massa akar rumput tidak mau karena berkaitan dengan track record partai tersebut selama Orde Baru. ‘’Saya sudah tawarkan S, M, J, (SBY, Mega, JK) dan mereka memilih S,” ungkapnya.

Kemarin, massa PKS benar-benar membuat Lapangan Sempur putih berkilau. Presiden PKS yang datang ke lapangan Sempur dengan menunggang kuda, diiringi tujuh pengurus dan caleg PKS lainnya. Tifatul mendapat sambutan meriah dari massa yang telah memadati lapangan Sempur sejak pukul 08.00 pagi. Mereka membawa bendera PKS dan bendera merah putih untuk menghiasi langit Sempur pagi itu.

Selain Tifatul Sembiring, tampil sebagi juru kampanye yaitu anggota legislatif DPR RI Untung Wahono, Sunmanjaya Rukmandis, dan Ketua DPW Jabar Taufik Ridlo.
Sebelum orasi politik oleh Tifatul Sembiring, Kepanduan PKS mempertunjukkan atraksi menarik yaitu melakukan flying fox ke tengah lapangan dengan membawa bendera PKS.
Tifatul membuka orasi menghibur massa PKS dengan sebuah pantun yang memang menjadi ciri khasnya. Selain itu, ia juga membakar massa PKS dengan ajakan yel-yel.

Di awal orasinya, Tifatul mengajak masyarakat untuk melakukan perubahan. Ia mengatakan, kalau rakyat harus terlibat dalam perubahan anggota-anggota legislatif lima tahun mendatang. “Rakyat harus terlibat dalam mendorong terjadinya perubahan di negeri ini. Saya tidak setuju bila ada orang yang bilang jangan lihat partainya, tapi lihat calegnya. Seharusnya masyarakat melihat track record partainya, baru pilih calegnya,” paparnya.

Tifatul lantas mengajak seluruh massa untuk memlih PKS sebagai partai yang bersih, peduli, dan profesional. ”Sampai detik ini, tak ada satu pun anggota legislatif PKS yang melakukan korupsi,” tegas Tifatul.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Kota Bogor Yocie Gusman mengatakan, besarnya dukungan massa akar rumput PKS terhadap SBY, merupakan hal yang wajar. “Tidak masalah siapapun presidennya yang penting PKS partainya. Saat ini peluang bagi calon lain masih terbuka lebar. Namun SBY merupakan salah satu alternatif capres yang dinilai paling baik dibandingkan semua calon yang ada saat ini,” tegas Yocie.

Pilih Direct Selling
Jatah terakhir kampanye Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kabupaten Bogor ternyata dimanfaatkan untuk melakukan kampanye simpatik. Sebanyak 50 ribu kader dan simpatisan partai bernomor urut 8 tersebut, digerakkan untuk menyerbu setiap daerah pemilihan (dapil) di Kabupaten Bogor.

“Kami memanfaatkan waktu ini dengan berkampanye simpatik. Kader dan simpatisan kami ajak turun ke masyarakat dengan mendatangi ke rumah-rumah. Kami menyebutnya sebagai direct selling,” ungkap Ketua DPD PKS Kabupaten Bogor Ado Dodo kepada Jurnal Bogor, Minggu (29/3) kemarin.

Menurut Ade, kegiatan direct selling ini berlangsung di seluruh Dapil Kabupaten Bogor. Tak hanya itu, PKS juga menggelar kampanye terbuka di empat kecamatan, diantaranya Kecamatan Tanjungsari, Gunung Putri, Ciseeng, dan Gunung Sindur.
Dikatakan Ade, berbagai kampanye yang dilakukan PKS pada hari ini untuk mengukur sejauh mana respon masyarakat. Namun, sejauh ini respon masyarakat Kota dan Kabupaten Bogor dinilai menunjukkan peningkatan yanh signifikan. “Kami manfaatkan momen ini untuk melihat respon masyarakat terhadap partai kami. Responnya juga sangat baik dibanding pemilu sebelumnya. Hal ini membuat kami optimis meraih 15 persen suara pada pemilu mendatang,” terangnya.

Aldho H I | Irma M | Fadlya E

27 March 2009

PKS Kampanye Bebas Goyang Erotis

Hampir setiap kampanye yang diadakan partai selalu dihiasi dengan goyangan erotis untuk menghibur massa yang datang. Dan ini sangat berbahaya bagi anak-anak yang ikut menyaksikan goyangan erotis.

Namun PKS dalam kampanye nasional di Karebosi, Sulsel tampil beda. Kampanye yang mangangkat tema ‘Kampanye Reformasi Untuk DPR Bersih’ bebas dari hiburan goyang erotis. Sebuah kampanye yang beda dan mendidik.

Kampanye partai berlambang bulan sabit kembar itu hanya diwarnai dengan hiburan musik band indie dan band asional, Shautul Harakah, GIGI, Ipan BIP. Bahkan Partai yang diketuai oleh Tifatul Sembiring ini mengadakan donor darah di lokasi kampanye. Dan peminatnya cukup besar, terbukti dangan banyaknya simpatisan PKS yang antre menunggu giliran mendonor. Ini adalah sebuah prestasi buat PKS.

Walaupun tidak dihiasi dengan goyangan erotis namun kampanye PKS tetap ramai massa. Mereka tetap antusias mengikuti kampanye sampai selesai. “ Sangat menghibur. PKS memang partai keren sekali,” ucap Kiki, seorang mahasiswi memuji kampanye PKS.

Kampanye PKS ini seharusnya menjadi contoh buat kampanye partai lain. Supaya hiburan yang menampilkan goyangan erotis dikurangi bahkan dihilangkan saja. Karena itu sangat berbahaya dan tidak mendidik buat anak-anak yang sering ikut kampanye.

24 March 2009

PKS Bakal Putihkan Jakarta

INILAH.COM, Jakarta – PKS menargetkan 500 ribu orang akan meramaikan kampanye akbar di Gelora Bung Karno pada Senin, 30 Maret mendatang. PKS akan mengusung tema ‘Putihkan Jakarta dan Hadirkan DPR/D Bersih’ pada kampanye tersebut.

Dalam siaran pers yang diterima INILAH.COM Selasa (24/3), Ketua Umum DPW PKS DKI Jakarta Triwisaksana mengatakan, target 500 ribu peserta kampanye bukanlah target ambisius. ”Kami pernah menggalang kekuatan sebanyak itu pada kampanye tahun 2004, Pilkada tahun 2007, dan Milad PKS tahun 2008,” ucapnya.

Untuk itu, PKS akan mendapuk mantan kandidat gubernur DKI Jakarta 2007 Adang Daradjatun sebagai ketua panitia pelaksanaan kampanye tersebut. Adang meyakini, kampanye akan sukses, mengingat PKS masih menjadi partai terbesar di Jakarta berdasarkan hasil beberapa lembaga survei.

”Antusiasme warga Jakarta yang sehari-hari bersentuhan dengan PKS akan tumpah dalam kampanye akbar ini, insyaAllah,” ujar mantan Wakapolri ini.

Kampanye ini juga akan dihadiri para caleg PKS. Akhmad Faradis, dan para caleg tingkat DPR serta DPRD lainnya. Termasuk Rama Pratama yang dikaitkan Abdul Hadi Djamal yang menjadi tersangka kasus suap pembangunan pelabuhan dan bandara di kawasan Indonesia Timur. [nuz]

23 March 2009

PKS Rilis Lagu Rock

Jika ada yang bilang PKS partai kreatif semua pasti pada setuju. Coba saja perhatikan iklan-iklan PKS, kreatifitasnya selalu mengundang perbincangan. Tak mau kalah dengan kreatifitas yang telah dilakukan oleh DPP dan DPW Jabar, PKS Garut menggunakan kreatifitasnya untuk menggaet simpati masyarakat agar mencontreng Si Nomer Delapan pada 9 April mendatang.

Tak tanggung-tanggung sebuah album kompilasi lengkap dengan video klipnya resmi dirillis pada 19 Maret. Hebatnya lagu-lagu yang mengisi VCD itu original hasil ciptaan para kader, simpatisan, dan seniman pendukung PKS. Bukan hanya itu, isinya pun tidak hanya nasyid yang sudah identik dengan komunitas PKS.

Beragam aliran musik ikut meramaikan VCD berdurasi 40 menit tersebut. Mulai dari degung dan pop sunda, mars, rock, dangdut, reage, bahkan hip hop. Tema semua lagunya tentu berupa ajakan untuk memilih PKS dan kader-kadernya.

Oleh karena itu, selain lagu dan musik disisipkan juga profil caleg Pusat dan provinsi dan kabupaten yang dijagokan oleh PKS untuk daerah pemilihan 11. Siapa lagi kalau bukan cucu pahlawan nasional Si Jalak Harupat, Otto Iskandar Dinata yaitu H Kemal Aziz Stamboel. Uniknya lagi, untuk caleg Kabupaten diterapkan sistem three in one, maksudnya dalam satu VCD disisipkan tiga orang caleg kabupaten.

Hal ini sering membuat heran masyarakat bahkan aktivis parpol lain, ketika caleg di partai lain berkompetisi dengan sesama kolega di partainya, kok caleg PKS bisa demikian kompak. “Justeru itu yang ingin kita jual, ini lho bukti nyata soliditas PKS,” kata Wildan Nurfahmi, ketua Tim Media PKS Garut.

Dengan dirillisya album kompilasi ini, PKS khususnya di Garut ingin membuktikan bahwa PKS mencintai dan ingin selalu memberdayakan masyarakat seni. Selain itu PKS ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa dalam segala keterbatasan yang dimiliki PKS Garut, sebuah karya yang cukup membanggakan dapat dibuat dan dipersembahkan.

Kalau penasaran dengan hasil kreatifitas PKS Garut. Beberapa klipnya sudah diupload di youtube. Silahkan kunjungi http://www.youtube.com/user/PKSGarut